KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Terlanjur “Kulakan” Sapi, Pedagang Merugi Imbas Penutupan Pasar Hewan Ambarawa

Terlanjur “Kulakan” Sapi, Pedagang Merugi Imbas Penutupan Pasar Hewan Ambarawa

Terlanjur “Kulakan” Sapi, Pedagang Merugi Imbas Penutupan Pasar Hewan Ambarawa

UNGARAN – Penutupan seluruh pasar hewan di Kabupaten Semarang akibat menyebarnya temuan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menimbulkan sejumlah kerugian bagi para pedagang, terutama pedagang sapi.

Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (Dispertanikap) telah mengeluarkan edaran terkait penutupan seluruh tempat penjualan hewan sejak 22 Mei hingga 6 Juni 2022.

Amri, salah seorang pedagang sapi asal Ambarawa mengeluhkan adanya penutupan sementara tersebut. Pasalnya ia terlanjur “kulakan” sapi dalam jumlah banyak yang sedianya akan dijual di Pasar Hewan Ambarawa.

“Terus terang ya kecewa, sudah terlanjur kulakan banyak. Nutupnya juga mendadak lagi, nggak dikasih tahu jauh-jauh hari,” ungkapnya saat dihubungi pada Kamis (26/5/2022).

Menurutnya, dampak lain dari penutupan tersebut, ia terpaksa merawat sapi-sapi yang telah ia beli hingga pasar kembali dibuka atau saat hari pasaran selanjutnya. Jika dirata-rata, satu ekor sapi dalam satu hari bisa menghabiskan biaya perawatan hingga Rp20 ribu. Padahal sapi-sapi miliknya terpaksa harus dikandangkan selama lebih kurang 1 bulan

“Di kandang saya sekarang ada 15 ekor. Kalau hitungan kasar dalam satu bulan bisa menghabiskan biaya Rp600 ribu per ekor,” keluhnya.

Sebenarnya ia bersama para pedagang yang lain telah berusaha mencari solusi dengan menjual sapi-sapinya ke daerah lain. Akan tetapi beberapa wilayah juga melakukan hal yang sama yakni menutup sejumlah pasar hewan.

“Kemarin juga tanya-tanya, ternyata Magelang ditutup, Boyolali, Sukoharjo juga ditutup,” katanya.

Ia berharap bahwa pasar dapat kembali dibuka agar ia dan sesama pedagang bisa kembali berpenghasilan, terutama saat menjelang Hari Raya Idul Adha pada Juli 2022 mendatang.

Sementara itu, dari keterangan Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang, Wigati Sunu pada wawancara sebelumnya, pihaknya harus menutup seluruh pasar hewan di Kabupaten Semarang lantaran mengantisipasi penyebaran PMK.

“Terdapat tujuh tempat penjualan hewan yang kami tutup sementara,” ungkapnya.
Tujuh pasar hewan tersebut, sebutnya, yakni Pasar Hewan Ambarawa, Babadan, Sumowono, Bringin, Kembangsari, Suruh dan Kaliwungu.

Berdasarkan data, ditemukan 10 ekor sapi yang terjangkit penyakit itu, menyusul 1 ekor sapi yang ditemukan di Pasar Hewan Ambarawa pada Kamis (12/5/2022) lalu.

“Beberapa waktu lalu ditemukan satu di Polosiri Bawen, sekarang ada di beberapa titik seperti di Ungaran Barat dan Getasan,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa petugas kesehatan hewan Dispertanikap Kabupaten Semarang kini terus melakukan pemeriksaan terhadap kandang dan hewan ternak dibantu anggota Polri dan TNI ke kandang-kandang ternak. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
[pekok2]