[adinserter name="Block 1"]
[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Tiga Bangunan Rumah Di Tuntang Dilalap Api Dalam Sehari

Tiga Bangunan Rumah Di Tuntang Dilalap Api Dalam Sehari

Tiga Bangunan Rumah Di Tuntang Dilalap Api Dalam Sehari

(Foto/win)
Bangunan rumah milik Suripto (69), warga Dusun Lopait, Desa Lopait, Kecamatan Tuntang ludes terbakar, Rabu (31/8/2023) malam.

RASIKAFM.COM |UNGARAN - Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Semarang. Dua bangunan rumah di Desa Lopait, Kecamatan Tuntang dilalap api pada Rabu (30/8/2023).

Peristiwa pertama menimpa rumah milik Budi Suprianto (50), warga Dusun Gudang sekira pukul 12.00 WIB. Lopait. Saat kejadian, istri mendengar suara mencurigakan yang berasal dari salah satu instalasi listrik.

“Saat dilakukan pemeriksaan, sudah muncul api dari instalasi tersebut yang kemudian menjalar ke bagian rumah,” ungkap Kapolsek Tuntang AKP Sri Hartini, Kamis (31/8/2023).

Kejadian kedua menimpa dua bangunan rumah milik Suripto (69), warga Dusun Lopait sekira pukul 18.50 WIB. Saat kejadian, korban sedang menumbuk kopi di dapur belakang rumah. Anak korban saat berkunjung ke rumah melihat percikan api muncul dari stop kontak alat penanak nasi.

“Melihat api semakin membesar pemilik rumah dibantu warga berusaha memadamkan api namun tidak berhasil. Kemudian salah satu warga melaporkan ke Polsek Tuntang dan Damkar Kabupaten Semarang,” terangnya.

Penyebab dua peristiwa kebakaran tersebut diduga hubungan arus pendek listrik. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

“Untuk peristiwa tadi malam, api berhasil dijinakkan sekitar pukul 19.15 WIB dengan mengerahkan dua unit armada Damkar dari Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga,” jelasnya.

Di sisi lain Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra menyampaikan imbauannya terkait kejadian kebakaran tersebut. Apabila terjadi kebakaran baik hutan, lahan maupun hunian, masyarakat diminta segera melaporkan kejadian kepada Polsek terdekat maupun Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang sudah terbentuk beberapa waktu silam.

“Selain itu, pastikan kembali keamanan instalasi listrik pada tiap rumah. Jangan sampai ada gangguan dan timbul hubungan arus pendek listrik,” tegasnya. (win)

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani