RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Tikungan Salip Putih Sering Berceceran Solar, Warga Himbau Pemotor Lebih Waspada

Tikungan Salip Putih Sering Berceceran Solar, Warga Himbau Pemotor Lebih Waspada

Tikungan Salip Putih Sering Berceceran Solar, Warga Himbau Pemotor Lebih Waspada

Tanjakan jalan Salib Putih menuju Kopeng Kabupaten Semarang sering terjadi tumpahan solar.

Lokasi tepatnya berada di tikungan di atas d’Emmerick Hotel samping Ikon Caffe Salib Putih.

Dari pantauan wartawan di lokasi, panjang tumpahan solar tersebut kurang lebih 10 meter.

Warga Sumogawe, Laparno mengatakan bahwa di tikungan tersebut memang sering ada tumpahan solar.

“Untuk saat ini Solarnya sudah kering, diperkirakan Solar tersebut tumpah sekitar dua hari kemarin,” kata Laparno Kamis (11/8/2022).

Dirinya mengaku tumpahan solar tersebut biasanya dari truk yang mengalami kebocoran tangki.

“Biasanya truk-truk yang bocor, apalagi kan pas tikungan, pasti solarnya tumpah ke jalan,” jelasnya.

Akibat Solar yang tumpah ke jalan, sering terjadi kecelakaan di tikungan tersebut.

“Biasanya para pengendara roda sering terpeleset akibat tumpahan solar,” paparnya.

“Pengendara yang terpeleset biasanya mengalami lecet-lecet di kaki dan tangan,” imbuhnya.

Warga setempat biasanya menandai tumpahan solar dengan cat pilok warna putih agar mengantisipasi pengguna jalan yang terpeleset.

“Untuk saat ini tinggal bekasnya saja, tetapi masih licin jalannya apalagi pas tikungan,” ucapnya.
Dirinya berharap agar para pengendara roda empat khususnya pengguna solar untuk mengecek kembali tangki kendaraan tersebut.

“Sebelum berkendara sebaiknya di cek lagi kendaraannya, khususnya yang pakai solar karena kalau sudah bocor dan jatuh di jalan malah membahayakan yang lain,” katanya.

BACA JUGA :

Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana