KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Total Luas Lahan TNGMb yang Terbakar Capai 848,5 Hektare

Total Luas Lahan TNGMb yang Terbakar Capai 848,5 Hektare

Total Luas Lahan TNGMb yang Terbakar Capai 848,5 Hektare

Pasca kebakaran yang melanda Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb), hujan deras membantu memadamkan api. Balai TNGMb melaporkan total lahan yang terbakar mencapai 848,5 hektare (Ha), dengan wilayah Kabupaten Semarang sebagai area paling terdampak. Meski demikian, patroli rutin masih akan dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa dan mempersiapkan diri menghadapi musim hujan yang akan datang.
Foto: citra udara TNGMb
Kondisi TNGMb pasca kebakaran hebat yang melanda sejak Jumat (27/10/2023).

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pasca diguyur hujan dengan intensitas tinggi pada Minggu (29/10/2023) dan Senin (30/10/2023), kebakaran yang melanda Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) sejak Jumat (27/10/2023) akhirnya padam.

Balai TNGMb merilis, total lahan yang terbakar mencapai 848,5 hektare (Ha). Area paling luas terdampak akibat kebakaran itu adalah wilayah Kabupaten Semarang, yakni mencapai 489,5 Ha. Disusul Kabupaten Boyolali seluas 191,7 Ha dan Kabupaten Magelang 167 Ha.

[custom-related-posts title=”Kabar Terkait :”  order=”ASC”]

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Balai TNGMb Nurpana Sulaksono menyampaikan, total luasan tersebut merupakan perkiraan indikatif (sementara) berdasarkan lokasi titik api dan laporan personel di lapangan.

“Untuk wilayah Kabupaten Semarang titik koordinatnya 0439538, 9180542/1438.4 mdpl atau dekat dengan Dusun Sokowolu, Desa Tajuk atau di SPTN Wilayah I Resort Kopeng, Kecamatan Getasan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (31/10/2023).

Sedangkan titik kedua, lanjut Nurpana, ada di koordinat 0439789, 9180351/1446 mdpl atau dekat dengan Dusun Gedong, Desa Tajuk.

“Untuk vegetasi yang terdampak meliputi pohon pinus, salam, akasia, bunga edelweis, cantigi, dan semak belukar,” paparnya.

Nurpana menambahkan, setelah ini pihaknya masih akan rutin melaksanakan patroli dibantu Polisi Hutan, masyarakat sekitar dan relawan peduli api.

“Tujuannya untuk memastikan tak ada titik api yang tersisa hingga benar-benar memasuki musim hujan,” tandasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
[pekok2]