[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Uji Coba PTM, Siswa SMAN 1 Ungaran Hindari Saling Berpapasan

Uji Coba PTM, Siswa SMAN 1 Ungaran Hindari Saling Berpapasan

Uji Coba PTM, Siswa SMAN 1 Ungaran Hindari Saling Berpapasan

Guru mengarahkan siswa menuju kelasnya sesuai arah panah agar tak saling berpapasan pada uji coba PTM hari pertama di SMA N 1 Ungaran, Senin (5/4/2021). (Foto/win)

UNGARAN – Hari pertama uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di SMA Negeri 1 Ungaran pada Senin (5/4/2021) berjalan lancar. Puluhan siswa yang telah dinyatakan lolos seleksi dan memenuhi syarat mengikuti PTM tampak antusias.

Kepala SMAN 1 Ungaran Supriyanto saat ditemui menjelaskan, total ada 91 siswa kelas X yang mengikuti PTM. Mereka adalah siswa yang rumahnya berdekatan dengan lokasi sekolah dan tidak memiliki komorbid. Penerapan protokol kesehatan juga sangat ketat. Siswa yang datang segera mendapatkan screening awal berupa pengukuran suhu dan wajib memakai masker dan cuci tangan menggunakan sabun. Setelah itu, guru yang bertugas akan langsung mengarahkan siswa menuju kelasnya satu-persatu sesuai tanda panah yang ada di lantai agar siswa tidak berkerumun dan berpapasan dengan siswa lain. Kegiatan PTM berlangsung selama 2 jam dari jam 08.00 hingga 10.00 tanpa jeda istirahat.

Supriyanto menambahlan, uji coba PTM ini dilaksanakan dari hari Senin sampai Jumat selama dua minggu, yakni mulai tanggal 5 April hingga 16 April 2021. Pada tahap awal ini dipilih kelas X terlebih dahulu dengan pertimbangan mereka belum pernah sama sekali melaksanakan PTM sejak Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Jika hasil evaluasi PTM tahap pertama ini, maka akan diperluas bagi siswa kelas XI. (win)

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px