[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Untuk Pertama Kalinya, Dandim Salatiga Jadi Pembina Upacara di SMA 1 Tengaran

Untuk Pertama Kalinya, Dandim Salatiga Jadi Pembina Upacara di SMA 1 Tengaran

Untuk Pertama Kalinya, Dandim Salatiga Jadi Pembina Upacara di SMA 1 Tengaran

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Komandan Kodim 0714/Salatiga Letkol Inf Ade Pribadi Siregar, menjadi Pembina Upacara di SMA Negeri 1 Tengaran yang berlokasi di Desa Karangduren Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang, Senin (06/03/2023).

Dalam giat tersebut nampak hadir Kabagren Polres Semarang Kompol Dita Kristiandari, Camat Tengaran, Danramil 06/Tengaran, Kapolsek Tengaran, Pasiter Kodim 0714/Salatiga, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Karang Duren.

Dalam amanatnya, Dandim mengajak para siswa lebih giat belajar, guna menghadapi persaingan ke depan yang semakin ketat. Selain itu para pelajar juga diminta untuk meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan agar menjadi pemuda serta pemudi yang tangguh dalam mengawal NKRI.

“Saya yakin siswa SMA Negeri 1 Tengaran mampu dan bisa menjadi yang diharapkan serta membanggakan bagi orang tua, Guru, pembina dan lapisan masyarakat. Dengan tekun belajar dan mencari ilmu untuk bekal di masa mendatang,” ungkap Dandim.

Selain itu Dandim juga menyampaikan tentang kemajuan tekhnologi. Bagaimana bisa memanfaatkan kemajuan tekhnologi tersebut dan menggunakan tekhnologi secara positif.

“Saya ucapkan, terima kasih kepada Kepala Sekolah, Guru dan Siswa/Siswi SMA Negeri 1 Tengaran, yang sudah disiplin dan siap melaksanakan upacara bendera,” ucap Dandim.

Kepala SMA Negeri 1 Tengaran Tri Ajar Suprapto Al Kusworo, M.Pd., mengucapkan, terima kasih atas kehadiran Dandim 0714/Salatiga yang telah bersedia menjadi Pembina Upacara dan telah memberikan semangat serta motivasi kepada anak-anak agar mereka tambah semangat lagi dalam belajar.

“Ini baru pertama kalinya SMA Negeri 1 Tengaran didatangi oleh Bapak Dandim yang telah menyediakan waktunya untuk datang ke sekolah untuk memberikan motivasi kepada seluruh siswa,” pungkasnya.

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px