KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Usai Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako di Kabupaten Semarang Diperkirakan Kembali Normal Februari 2024

Usai Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako di Kabupaten Semarang Diperkirakan Kembali Normal Februari 2024

Usai Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako di Kabupaten Semarang Diperkirakan Kembali Normal Februari 2024

Harga sejumlah komoditas di Kabupaten Semarang diperkirakan berangsur normal pada Februari 2024 seiring berakhirnya momen Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Momentum Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 di Kabupaten Semarang membuat harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) sempat mengalami kenaikan. Meski masih terbilang wajar, kenaikan harga itu terjadi di hampir seluruh pasar tradisional yang ada di Kabupaten Semarang.

Berdasarkan penuturan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian & Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang, Heru Subroto, pada pekan awal Januari 2024 ini, harga-harga pangan sudah mengarah ke normal.

“Paling tidak, nanti memasuki Februari berangsur normal,” kata Heru di Ungaran, Selasa (9/1/2024).

Menurut Heru, kenaikan harga yang terjadi sebelumnya karena hukum ekonomi di mana para konsumen membeli barang kebutuhan lebih banyak saat hari besar keagamaan.

“Tidak bisa dipungkiri hari-hari besar itu biasanya para pedagang mremo. Saat barang dibeli banyak, harganya cenderung meningkat,” jelasnya.

Heru mengimbau masyarakat untuk bijak dalam berbelanja. Dia juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus memantau harga-harga pangan dan juga menyiapkan langkah antisipasi terkait inflasi.

Sementara dari informasi harga di Pasar Bandarjo Ungaran, saat ini harga beras varietas IR 64 kualitas medium dipatok Rp13.500 per kilogram, sementara untuk varietas yang sama dengan kualitas premium berada di harga Rp14.700 per kilogram. Sedangkan minyak goreng curah sudah kembali pada harga pada umumnya yaitu Rp14.000 per liter dan minyak goreng premium Rp19.000 per kemasan. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
[pekok2]