URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Momentum Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 di Kabupaten Semarang menyebabkan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di hampir seluruh pasar tradisional. Meski masih terbilang wajar, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian & Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang, Heru Subroto, menyatakan bahwa harga-harga pangan sudah mulai mengarah ke kondisi normal pada pekan awal Januari 2024.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Usai Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako di Kabupaten Semarang Diperkirakan Kembali Normal Februari 2024

Usai Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako di Kabupaten Semarang Diperkirakan Kembali Normal Februari 2024

Usai Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako di Kabupaten Semarang Diperkirakan Kembali Normal Februari 2024

Harga sejumlah komoditas di Kabupaten Semarang diperkirakan berangsur normal pada Februari 2024 seiring berakhirnya momen Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Momentum Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 di Kabupaten Semarang membuat harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) sempat mengalami kenaikan. Meski masih terbilang wajar, kenaikan harga itu terjadi di hampir seluruh pasar tradisional yang ada di Kabupaten Semarang.

Berdasarkan penuturan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian & Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang, Heru Subroto, pada pekan awal Januari 2024 ini, harga-harga pangan sudah mengarah ke normal.

“Paling tidak, nanti memasuki Februari berangsur normal,” kata Heru di Ungaran, Selasa (9/1/2024).

Menurut Heru, kenaikan harga yang terjadi sebelumnya karena hukum ekonomi di mana para konsumen membeli barang kebutuhan lebih banyak saat hari besar keagamaan.

“Tidak bisa dipungkiri hari-hari besar itu biasanya para pedagang mremo. Saat barang dibeli banyak, harganya cenderung meningkat,” jelasnya.

Heru mengimbau masyarakat untuk bijak dalam berbelanja. Dia juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus memantau harga-harga pangan dan juga menyiapkan langkah antisipasi terkait inflasi.

Sementara dari informasi harga di Pasar Bandarjo Ungaran, saat ini harga beras varietas IR 64 kualitas medium dipatok Rp13.500 per kilogram, sementara untuk varietas yang sama dengan kualitas premium berada di harga Rp14.700 per kilogram. Sedangkan minyak goreng curah sudah kembali pada harga pada umumnya yaitu Rp14.000 per liter dan minyak goreng premium Rp19.000 per kemasan. (win)

BACA JUGA :

Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Salatiga memberikan apresiasi kepada nasabah yang bertransaksi di kantor cabang, Jumat (4/9/2026). Petugas membagikan bunga mawar, jajanan, dan cokelat sebagai bentuk terima kasih sekaligus upaya mempererat hubungan dengan nasabah.
Semarak Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Salatiga beri Apresiasi Khusus
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Pemerintah Kota Semarang bersama Bank Indonesia Jawa Tengah dan TPID menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Kempling Semar untuk menjaga keterjangkauan harga pangan. Sepanjang Agustus 2026, program ini menjangkau 729 RW di 16 kecamatan dengan penyaluran 80 ton beras SPHP dan 35.040 liter minyak goreng.
Kempling Semar “Serbu” 729 RW, Harga Pangan Dijaga dari Tingkat Kampung
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved