URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengajak PKL (Pedagang Kaki Lima) untuk patuh terhadap peraturan pemerintah terkait menjaga kebersihan. Diharapkan Kota Semarang menjadi lebih indah, bersih, dan nyaman, sehingga wisatawan merasa nyaman dan ingin kembali berkunjung.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Wali Kota Semarang Ajak PKL untuk Menjaga Kebersihan dan Mempercantik Kota

Wali Kota Semarang Ajak PKL untuk Menjaga Kebersihan dan Mempercantik Kota

Wali Kota Semarang Ajak PKL untuk Menjaga Kebersihan dan Mempercantik Kota

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.
featured-img

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengajak PKL (Pedagang Kaki Lima) untuk mentaati peraturan pemerintah dalam kaitannya dengan menjaga kebersihan. Dengan demikian, diharapkan hal tersebut bisa menjadikan Kota Semarang makin indah, bersih dan nyaman. Mbak Ita sapaan akrabnya juga menyampaikan jika hal tersebut dapat membuat para wisatawan merasa nyaman dan akhirnya mau berkunjung kembali ke Kota Semarang.

“Kami selalu memberi ruang (lokasi PKL berjualan), tetapi harus mengikuti aturan-aturan yang ada. Tentunya kami mendukung pelaku usaha, tapi kotanya juga harus indah, bersih dan nyaman. Kami mohon sekali lagi untuk terus jaga kebersihan, jaga kenyamanan. Kalau kota kita bersih, nyaman, bisa menjaga semuanya tentu akan membuat wisatawan datang kembali ke sini,” tutur Mbak Ita usai menghadiri Halal Bihalal PPKL Stadion Diponegoro, Kota Semarang, Minggu (21/5/2023).

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Wali Kota Semarang tersebut turut mengapresiasi perkembangan para PKL terkhusus di sekitaran Stadion Diponegoro. Menurutnya, perekonomian di sekitaran lokasi PKL berjualan tersebut sudah berjalan dengan baik dan berkembang.

“Saya mengapresiasi PKL di sini sangat berkembang, tetapi juga mohon pengertiannya karena sudah diberi ruang, diberi tempat, juga harus menyesuaikan apa yang sudah jadi aturan di sini. Kalau memang sampai pukul 10.00, ya harus sampai pukul 10.00. Karena pasti pengguna fasilitas jalan melewati tempat-tempat ini. Tetapi tentunya kami mengapresiasi bahwa perekonomian di sini berjalan dengan baik dan berkembang,” ujarnya.

Mbak Ita juga menekankan bahwa aturan apapun yang pemerintah Kota Semarang buat, hal tersebut tidak akan terlepas dari tujuan untuk mensejahterakan masyarakat Kota Semarang. “Masyarakat sekarang sangat peka, jelek sedikit pasti jadi viral ataupun ada masukan-masukan kepada pemerintah. Jadi kita berharap taati dan patuhi, sehingga kita bisa bersinergi. Karena apapun, intinya pemerintah mendorong masyarakat sejahtera tetapi harus saling berkolaborasi,” pungkasnya.

BACA JUGA :

Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menggelar aktivasi kemerdekaan di tujuh SPBU di Jawa Tengah dan DIY pada Senin (17/8/2026) untuk memperingati HUT ke-81 RI. Melalui program Tebus Murah Paket Sembako, masyarakat dapat membeli paket senilai Rp150 ribu seharga Rp100 ribu, sementara hasil penjualan disalurkan sebagai donasi bagi korban gempa bumi di NTT.
Semarak Kemerdekaan di SPBU, Pertamina Libatkan Veteran hingga Komunitas Ojol

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum