URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang melakukan aksi penutupan sebagian ruas jalan rusak menggunakan batu belah dan pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang diduga akibat lalu lalang truk tambang bermuatan berlebih. Warga meminta perbaikan jalan segera direalisasikan karena kondisi jalan dinilai membahayakan pengguna.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Warga Wringinputih Pasang Batu Belah dan Pohon Pisang di Jalan Rusak, Protes Truk Tambang Overtonase

Warga Wringinputih Pasang Batu Belah dan Pohon Pisang di Jalan Rusak, Protes Truk Tambang Overtonase

Warga Wringinputih Pasang Batu Belah dan Pohon Pisang di Jalan Rusak, Protes Truk Tambang Overtonase

Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas memasang batu belah dan “menanam” pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki, Jumat (12/6/2026). Foto: win
Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas memasang batu belah dan “menanam” pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki, Jumat (12/6/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, melakukan penutupan sebagian ruas jalan yang rusak dengan tumpukan batu belah dan pohon pisang. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus upaya pengamanan setelah jalan desa mengalami kerusakan parah yang diduga akibat lalu lalang armada tambang bermuatan berlebih.

Ketua RT 5 RW 1 Desa Wringinputih, Winarko, mengatakan kondisi jalan yang rusak telah mengganggu aktivitas warga selama hampir dua tahun terakhir. Selain menimbulkan debu saat musim kemarau, jalan berlubang dan rusak juga membahayakan pengguna jalan.

“Debunya berterbangan ke mana-mana dan jalannya rusak. Batu-batu ini dibeli dari hasil urunan warga untuk pengamanan talut dan penanda jalan yang rusak,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Menurut Winarko, warga berharap jalan dapat segera diperbaiki dan kembali mulus seperti semula. Ia menilai kerusakan jalan dipicu oleh armada truk tambang berukuran besar yang setiap hari melintas dengan muatan penuh.

“Truk-truk besar dengan muatan penuh membuat jalan rusak. Kondisi ini sudah berlangsung lebih dari satu tahun, bahkan hampir dua tahun,” katanya.

Kerusakan jalan tersebut, lanjutnya, juga meningkatkan risiko kecelakaan. Saat hujan turun, lubang jalan tertutup genangan air sehingga licin dan membahayakan pengendara.

“Sering terjadi kecelakaan atau senggolan. Kalau hujan jalan jadi licin, berlubang, dan tertutup air,” tambahnya.

Winarko menyebut pemasangan batu belah dan pohon pisang merupakan hasil kesepakatan warga dari sejumlah RT yang berada di sepanjang jalur terdampak.

Sementara itu, Kepala Desa Wringinputih Untung Pambudi menyoroti armada tambang yang diduga melanggar batas tonase jalan. Menurutnya, ruas jalan desa tersebut merupakan jalan kelas III dengan kapasitas maksimal sekitar 10 hingga 12 ton.

“Setiap hari ratusan armada melintas. Muatannya sekitar 25 ton, sangat melebihi kapasitas jalan. Sementara kelas jalan kami maksimal hanya 10 sampai 12 ton,” tegasnya.

Untung meminta perusahaan tambang menunjukkan komitmen nyata untuk memperbaiki jalan yang rusak. Ia mengungkapkan, dalam pertemuan yang digelar pada 5 Mei lalu, perusahaan sempat menyatakan akan melakukan perbaikan jalan, namun realisasinya baru dilakukan di beberapa titik.

“Mereka menyampaikan akan memperbaiki jalan dari utara sampai selatan dengan penggalian sekitar 50 sentimeter, tetapi yang dikerjakan baru beberapa ruas. Alasannya masih menunggu anggaran,” katanya.

Selain kerusakan jalan dan debu, Untung mengaku warga juga khawatir terhadap kondisi talut di sepanjang jalan yang mulai terdorong akibat aktivitas kendaraan berat. Saat musim hujan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan genangan hingga ancaman longsor.

“Kami tidak ingin warga terdampak lebih parah. Jangan sampai rumah-rumah warga tergenang atau terbawa air karena saluran dan talut rusak. Yang kami minta sederhana, kapan perbaikan jalan itu segera dilaksanakan sesuai klasifikasinya,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam
Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Candra Waskito, di Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026) malam. Polisi memastikan situasi tetap terkendali setelah warga dan pengendara sempat memadati sekitar lokasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara pengamanan diperketat dan kondisi kembali normal sekitar pukul 01.15 WIB.
Massa Datangi Perumahan Terduga Pelaku Perampokan Bos Royal Phone, Polisi: Situasi Terkendali
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa
Satreskrim Polres Semarang mengembangkan penyelidikan dugaan pencurian dengan kekerasan di konter HP Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, setelah ditemukan sesosok mayat dan mobil milik korban di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, Jumat (7/8/2026). Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, hasil olah tempat kejadian perkara, serta barang bukti untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan keterkaitan kedua
Polisi Selidiki Dugaan Curas Royal Phone Ambarawa hingga Telusuri Penemuan Mayat di Grobogan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved