KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Warga Wringinputih Pasang Batu Belah dan Pohon Pisang di Jalan Rusak, Protes Truk Tambang Overtonase

Warga Wringinputih Pasang Batu Belah dan Pohon Pisang di Jalan Rusak, Protes Truk Tambang Overtonase

Warga Wringinputih Pasang Batu Belah dan Pohon Pisang di Jalan Rusak, Protes Truk Tambang Overtonase

Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas memasang batu belah dan "menanam" pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki, Jumat (12/6/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, melakukan penutupan sebagian ruas jalan yang rusak dengan tumpukan batu belah dan pohon pisang. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus upaya pengamanan setelah jalan desa mengalami kerusakan parah yang diduga akibat lalu lalang armada tambang bermuatan berlebih.

Ketua RT 5 RW 1 Desa Wringinputih, Winarko, mengatakan kondisi jalan yang rusak telah mengganggu aktivitas warga selama hampir dua tahun terakhir. Selain menimbulkan debu saat musim kemarau, jalan berlubang dan rusak juga membahayakan pengguna jalan.

“Debunya berterbangan ke mana-mana dan jalannya rusak. Batu-batu ini dibeli dari hasil urunan warga untuk pengamanan talut dan penanda jalan yang rusak,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Menurut Winarko, warga berharap jalan dapat segera diperbaiki dan kembali mulus seperti semula. Ia menilai kerusakan jalan dipicu oleh armada truk tambang berukuran besar yang setiap hari melintas dengan muatan penuh.

“Truk-truk besar dengan muatan penuh membuat jalan rusak. Kondisi ini sudah berlangsung lebih dari satu tahun, bahkan hampir dua tahun,” katanya.

Kerusakan jalan tersebut, lanjutnya, juga meningkatkan risiko kecelakaan. Saat hujan turun, lubang jalan tertutup genangan air sehingga licin dan membahayakan pengendara.

“Sering terjadi kecelakaan atau senggolan. Kalau hujan jalan jadi licin, berlubang, dan tertutup air,” tambahnya.

Winarko menyebut pemasangan batu belah dan pohon pisang merupakan hasil kesepakatan warga dari sejumlah RT yang berada di sepanjang jalur terdampak.

Sementara itu, Kepala Desa Wringinputih Untung Pambudi menyoroti armada tambang yang diduga melanggar batas tonase jalan. Menurutnya, ruas jalan desa tersebut merupakan jalan kelas III dengan kapasitas maksimal sekitar 10 hingga 12 ton.

“Setiap hari ratusan armada melintas. Muatannya sekitar 25 ton, sangat melebihi kapasitas jalan. Sementara kelas jalan kami maksimal hanya 10 sampai 12 ton,” tegasnya.

Untung meminta perusahaan tambang menunjukkan komitmen nyata untuk memperbaiki jalan yang rusak. Ia mengungkapkan, dalam pertemuan yang digelar pada 5 Mei lalu, perusahaan sempat menyatakan akan melakukan perbaikan jalan, namun realisasinya baru dilakukan di beberapa titik.

“Mereka menyampaikan akan memperbaiki jalan dari utara sampai selatan dengan penggalian sekitar 50 sentimeter, tetapi yang dikerjakan baru beberapa ruas. Alasannya masih menunggu anggaran,” katanya.

Selain kerusakan jalan dan debu, Untung mengaku warga juga khawatir terhadap kondisi talut di sepanjang jalan yang mulai terdorong akibat aktivitas kendaraan berat. Saat musim hujan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan genangan hingga ancaman longsor.

“Kami tidak ingin warga terdampak lebih parah. Jangan sampai rumah-rumah warga tergenang atau terbawa air karena saluran dan talut rusak. Yang kami minta sederhana, kapan perbaikan jalan itu segera dilaksanakan sesuai klasifikasinya,” pungkasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
[pekok2]