KABAR RASIKA

Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19, Ganjar; Kalau Di Keramaian Pakai Masker

Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19, Ganjar; Kalau Di Keramaian Pakai Masker

Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19, Ganjar; Kalau Di Keramaian Pakai Masker

SEMARANG – Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan sampai saat ini tren kenaikan kasus Covid-19 terus dipantau. Di Jawa Tengah, Ganjar menyebut ada kenaikan kasus tetapi masih relatif terkendali.

Hal itu disampaikan Ganjar usai menerima siswa Taruna Nusantara Magelang, di Gradhika Bhakti Praja, Senin (20/6). Ganjar telah menyampaikan kepada kepala daerah di kabupaten kota untuk waspada.

“Kita sampaikan terus kepada yang lain, sampai hari ini ada beberapa kabupaten kota yang terlihat naik,” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan tidak menutup kemungkinan tren kenaikan kasus ini akan diikuti pengetatan dan diberlakukannya PPKM Level.

“Kalau kemudian trennya ini terus saja naik, maka pasti akan ada pengetatan lagi, ppkm-nya pasti akan dilakukan,” ujarnya.

Ganjar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatannya. Penggunaan masker penting, kata Ganjar, terutama di tempat keramaian. Ganjar juga mengingatkan agar gaya hidup sehat dijaga.

“Masyarakat kalau di keramaian tolong dong langsung maskernya dipakai, kalau di keramaian sadar diri pakai. Terus kemudian gaya hidup bersih sehatnya dijaga,” tegasnya.

Berdasarkan data corona.jatengprov.go.id hingga Minggu (19/6), terdapat pasien Covid-19 dalam perawatan 188 pasien. Ganjar menuturkan, kenaikan kasus saat ini masih relatif kecil.

“Insyaallah kalau itu dilakukan sih aman lah, angka terakhir ada kenaikan kecil, masih kenaikan kecil,” tandasnya.

Seperti diketahui, saat ini Indonesia kembali mengalami kenaikan kasus Covid-19. Kenaikan kasus Covid-19 ini diduga masuknya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

BACA JUGA :

Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px