RASIKAFM.COM | SALATIGA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Salatiga pada Kamis (4.12.2025) siang, mengakibatkan talud milik warga di Kampung Plompongan RT 02 RW 01 Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, mengalami longsor.
Talud sepanjang 7 meter tinggi 2,5 meter tersebut diketahui tiba-tiba mengalami kemiringan sebelum akhirnya runtuh dan menimpa area belakang rumah milik warga setempat. Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun luka, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 7.000.000,- (Tujuh juta rupiah)
Kapolsek Sidorejo, AKP Sarwoko, menjelaskan bahwa longsornya talud diduga dipicu tingginya intensitas hujan yang menyebabkan beban air meningkat dan memicu pergeseran tanah pada struktur talud.
“Setelah menerima laporan, personil langsung menuju TKP, mengamankan lokasi, melakukan pendataan saksi, serta berkoordinasi dengan BPBD untuk penanganan lebih lanjut. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” ungkap Sarwoko.
Anggota Polres Salatiga bersama warga dibantu BPBD melakukan evakuasi material yang menimpa area teras salah satu rumah warga.
Kapolsek Sidorejo juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.
“Kita himbau warga senantiasa waspada, apabila ada potensi bencana alam segera lapor agar dapat segera diantisipasi”, pesanya.
Sementara itu usai kejadian Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, disampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga meninjau langsung dua lokasi rumah warga yang terdampak longsor.
Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi warga, menilai tingkat kerusakan, sekaligus mengoordinasikan langkah penanganan cepat bersama perangkat daerah terkait.
Lokasi pertama yang ditinjau berada di wilayah Sinoman Tempel, Kelurahan Sidorejo Lor. Kemudian peninjauan kedua rumah salah satu warga di Plumpungan, Kauman Kidul. Di area ini, bencana longsor mengakibatkan bagian rumah warga mengalami kerusakan pada struktur dinding dan belakang rumah.
Wali Kota menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. “Alhamdulillah, tidak ada korban yang terluka. Untuk penanganan selanjutnya, Pemkot melalui Dinas Perkim akan menormalisasi talud yang ambrol agar kondisi lingkungan kembali aman dan stabil,” ujar Robby.
Wali kota meminta agar pengamanan lokasi dan upaya pencegahan longsor susulan dilakukan secepatnya, termasuk pemasangan penahan sementara serta pembersihan material.