KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Longsor Kalongan Kian Aktif, BPBD Kabupaten Semarang Tambah EWS di Sisi Barat

Longsor Kalongan Kian Aktif, BPBD Kabupaten Semarang Tambah EWS di Sisi Barat

Longsor Kalongan Kian Aktif, BPBD Kabupaten Semarang Tambah EWS di Sisi Barat

Foto udara penampakan longsor di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Ungaran Timur, Senin (2/3/2026). Foto: Diskominfo Kab. Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pergerakan tanah di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Semarang. Longsor yang pertama kali terjadi pada 2022 itu hingga kini masih menunjukkan aktivitas, terutama saat curah hujan tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, menjelaskan berdasarkan hasil kajian tim dari Provinsi Jawa Tengah pada 2022, lokasi tersebut memang mengalami pergerakan tanah yang dipicu salah satunya oleh aliran air di dalam tanah.

“Dari hasil kajian itu diketahui ada aliran air yang memicu terjadinya longsoran. Sampai saat ini aliran tersebut masih ada dan terus berlangsung. Secara kasat mata mungkin tidak terasa, tetapi di bawah tanah tetap terjadi pergerakan,” ujarnya ketika dikonfirmasi di Ungaran, Senin (2/3/2026).

Ia menambahkan, peristiwa terbaru dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi sehingga menyebabkan longsor kembali terjadi dan memunculkan rekahan-rekahan di permukaan tanah.

“Kondisi ini sudah mengarah pada potensi ancaman bagi warga. Jarak antara titik longsor dengan permukiman diperkirakan sekitar 15 hingga 20 meter, dengan lima rumah warga berada di zona terdekat,” lanjutnya.

Menindaklanjuti kondisi itu, Bupati Semarang bersama jajaran pemerintah daerah langsung turun ke lokasi untuk memastikan situasi dan langkah penanganan. BPBD kemudian diminta melakukan kajian lanjutan bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

“Dari hasil kajian bersama, dinyatakan bahwa tidak memungkinkan untuk mengatasi longsoran tersebut secara teknis dalam waktu dekat,” jelasnya.

Sebagai langkah mitigasi, Pemkab Semarang memutuskan untuk menambah sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS). Saat ini EWS sudah terpasang di sisi timur lokasi longsor. Namun, berdasarkan perkembangan pergerakan tanah yang kini lebih condong ke arah barat, pemerintah akan memasang satu unit EWS tambahan di sisi barat.

“Karena pergerakan tanahnya lebih condong ke barat, maka kami akan berupaya memasang EWS di sisi barat untuk memperkuat sistem peringatan dini bagi warga,” pungkasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
[pekok2]