URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pergerakan tanah yang memicu longsor kembali terjadi di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, menyampaikan peristiwa dipicu curah hujan tinggi. Pemerintah daerah bersama dinas terkait menambah sistem EWS guna mengantisipasi ancaman bagi warga sekitar.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Longsor Kalongan Kian Aktif, BPBD Kabupaten Semarang Tambah EWS di Sisi Barat

Longsor Kalongan Kian Aktif, BPBD Kabupaten Semarang Tambah EWS di Sisi Barat

Longsor Kalongan Kian Aktif, BPBD Kabupaten Semarang Tambah EWS di Sisi Barat

Foto udara penampakan longsor di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Ungaran Timur, Senin (2/3/2026). Foto: Diskominfo Kab. Semarang
Foto udara penampakan longsor di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Ungaran Timur, Senin (2/3/2026). Foto: Diskominfo Kab. Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pergerakan tanah di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Semarang. Longsor yang pertama kali terjadi pada 2022 itu hingga kini masih menunjukkan aktivitas, terutama saat curah hujan tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, menjelaskan berdasarkan hasil kajian tim dari Provinsi Jawa Tengah pada 2022, lokasi tersebut memang mengalami pergerakan tanah yang dipicu salah satunya oleh aliran air di dalam tanah.

“Dari hasil kajian itu diketahui ada aliran air yang memicu terjadinya longsoran. Sampai saat ini aliran tersebut masih ada dan terus berlangsung. Secara kasat mata mungkin tidak terasa, tetapi di bawah tanah tetap terjadi pergerakan,” ujarnya ketika dikonfirmasi di Ungaran, Senin (2/3/2026).

Ia menambahkan, peristiwa terbaru dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi sehingga menyebabkan longsor kembali terjadi dan memunculkan rekahan-rekahan di permukaan tanah.

“Kondisi ini sudah mengarah pada potensi ancaman bagi warga. Jarak antara titik longsor dengan permukiman diperkirakan sekitar 15 hingga 20 meter, dengan lima rumah warga berada di zona terdekat,” lanjutnya.

Menindaklanjuti kondisi itu, Bupati Semarang bersama jajaran pemerintah daerah langsung turun ke lokasi untuk memastikan situasi dan langkah penanganan. BPBD kemudian diminta melakukan kajian lanjutan bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

“Dari hasil kajian bersama, dinyatakan bahwa tidak memungkinkan untuk mengatasi longsoran tersebut secara teknis dalam waktu dekat,” jelasnya.

Sebagai langkah mitigasi, Pemkab Semarang memutuskan untuk menambah sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS). Saat ini EWS sudah terpasang di sisi timur lokasi longsor. Namun, berdasarkan perkembangan pergerakan tanah yang kini lebih condong ke arah barat, pemerintah akan memasang satu unit EWS tambahan di sisi barat.

“Karena pergerakan tanahnya lebih condong ke barat, maka kami akan berupaya memasang EWS di sisi barat untuk memperkuat sistem peringatan dini bagi warga,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Sebuah rumah milik Sarwoto di Dusun Siroto, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, terbakar pada Kamis (30/7/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu bara api yang masih tersisa di tungku kayu setelah digunakan memasak air sebelum pemilik rumah pergi ke pasar. Petugas Damkar dan BPBD berhasil memadamkan api, tidak ada korban jiwa, sementara kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta.
Lupa Matikan Tungku Api Saat ke Pasar, Rumah Warga Susukan Ungaran Timur Terbakar
Sebuah truk bernomor polisi N 9906 UE diduga gagal menanjak dan mengalami kecelakaan di Jalan Raya Karanggede, Dusun Bawangan, Desa Reksosari, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 11.20 WIB. Truk yang melaju dari Klego menuju Salatiga itu mundur setelah kehilangan tekanan angin pada kompresor, diduga menyenggol sepeda motor sebelum menghantam bangunan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dan mendata dampak yang ditimbulkan.
Gagal Nanjak, Truk alami Laka di Reksosari Suruh, Motor dan Bangunan jadi Korban
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Kepala Kesbangpol Suyana mengungkapkan Kabupaten Semarang menempati peringkat ketujuh kasus narkoba tertinggi di Jawa Tengah berdasarkan data BNN Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan di Ungaran, Rabu (29/7/2026), menyusul meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang menyasar pelajar dan ditemukannya kasus penanaman ganja oleh seorang warga. Pemkab pun memperkuat pencegahan melalui program Gada Krisna dengan membentuk relawan antinarkoba hingga tingkat desa.
Kabupaten Semarang Peringkat Ketujuh Kasus Narkoba di Jateng, Petani Kedapatan Tanam Ganja dalam Pot
Sebuah truk box Isuzu bernomor polisi B-9973-TCH terguling di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya dekat Hotel Family, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Senin (27/7/2026) malam. Kecelakaan tunggal diduga dipicu ban selip saat melintasi jalan menurun dan menikung yang licin akibat hujan. Pengemudi dan seorang penumpang mengalami luka ringan hingga fraktur, kemudian dilarikan ke RSU dr Soebarkat Tjitrodiatmodjo untuk mendapat perawatan.
Truk Box Terguling di JLS Salatiga Saat Hujan, Dua Orang Luka-luka
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
8c949158-0ae8-4db6-b256-648cb0ed60d0
Motor tanpa Plat Nomor Oleng, Tabrak Pohon di Muwardi Salatiga, Korban Meninggal

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026