URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Relokasi sementara warga terdampak longsor disiapkan oleh Ngesti Nugraha bersama Pemerintah Kabupaten Semarang di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur pada Rabu (4/3/2026). Langkah ini dilakukan karena pergerakan tanah mendekati permukiman, dengan menyiapkan lahan huntara, pemasangan EWS, serta pemantauan bersama instansi terkait.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemkab Semarang Siapkan Lahan 2,6 Hektare untuk Skenario Relokasi Warga Terdampak Longsor di Kalongan

Pemkab Semarang Siapkan Lahan 2,6 Hektare untuk Skenario Relokasi Warga Terdampak Longsor di Kalongan

Pemkab Semarang Siapkan Lahan 2,6 Hektare untuk Skenario Relokasi Warga Terdampak Longsor di Kalongan

Longsor di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Ungaran Timur semakin meluas. Pemkab Semarang menyiapkan skenario hunian sementara untuk merelokasi warga terdekat lokasi longsor. Foto: Diskominfo Kab. Semarang
Longsor di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Ungaran Timur semakin meluas. Pemkab Semarang menyiapkan skenario hunian sementara untuk merelokasi warga terdekat lokasi longsor. Foto: Diskominfo Kab. Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menguraikan Pemerintah Kabupaten Semarang menyiapkan langkah relokasi warga terdampak longsor di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, ke hunian sementara (huntara).

Longsor yang terjadi sejak 2022 di jalur Kalongan menuju Demak kembali bergerak dan kini semakin mendekati permukiman warga. Jarak longsoran dengan rumah penduduk diperkirakan tinggal sekitar 15 hingga 20 meter.

Menurut Ngesti, pemerintah daerah telah mengidentifikasi sedikitnya 22 rumah yang berada di zona rawan. Selain itu, di Dusun Dampu juga ditemukan rekahan tanah yang mengancam sekitar 24 kepala keluarga.

“Upaya pertama yang kami lakukan adalah memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu waspada. Kami juga melakukan identifikasi rumah-rumah terdampak dan monitoring secara berkala bersama desa, kecamatan, BPBD, DPU, serta didukung TNI dan Polri,” ujar Ngesti di Ungaran, Rabu (4/3/2026).

Ia menegaskan, apabila kondisi dinilai membahayakan, warga yang berada di sekitar titik longsor akan segera dipindahkan sementara ke lokasi yang telah disiapkan pemerintah. Pemkab Semarang telah menyiapkan lahan milik pemerintah daerah seluas kurang lebih 2,6 hektare di wilayah Kalongan sebagai lokasi pembangunan hunian sementara. Lahan tersebut akan diusulkan untuk pembangunan huntara jika kondisi darurat mengharuskan relokasi.

“Kami berharap tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Tetapi jika memang harus dilakukan pemindahan, lahannya sudah kami siapkan,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga telah memasang alat Early Warning System (EWS) di lokasi dan berencana menambah perangkat tersebut dengan dukungan BPBD Provinsi Jawa Tengah serta melibatkan Badan Informasi Geospasial untuk pemetaan lanjutan.

Terkait penanganan fisik di lokasi longsor, Ngesti menyebut pihaknya masih mengacu pada rekomendasi Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah yang menyarankan agar tidak dilakukan pembangunan di area tersebut. Berdasarkan kajian sebelumnya, terdapat potensi pergerakan tanah hingga sejauh kurang lebih 100 meter.

“Kalau dipaksakan ada pembangunan, justru berisiko memicu longsor kembali. Karena itu kami masih menunggu kajian terbaru dari ESDM dan BPBD Provinsi untuk menentukan langkah selanjutnya,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Semarang telah membangun jalan alternatif dengan meningkatkan status jalan desa menjadi jalan kabupaten. Jalur tersebut menghubungkan Dusun Kajangan hingga ke sekitar Kantor Kecamatan Ungaran Timur, sehingga akses masyarakat tetap terjaga apabila jalur lama terdampak longsor. (win)

BACA JUGA :

Mahasiswa KKN-T IDBU 54 UNDIP menjalankan program pemberdayaan masyarakat selama 45 hari di Tanjung Anom, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut meliputi pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick, pengolahan bunga telang, digitalisasi Bank Sampah Bunga Tanjung Lestari, budidaya ikan nilem, edukasi kesehatan, serta sosialisasi keamanan digital untuk meningkatkan kemandirian dan potensi lokal warga.
45 Hari KKN-T IDBU 54 UNDIP: Dari Ecobrick hingga Digitalisasi Website BSU Tanjung Anom
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menggelar aktivasi kemerdekaan di tujuh SPBU di Jawa Tengah dan DIY pada Senin (17/8/2026) untuk memperingati HUT ke-81 RI. Melalui program Tebus Murah Paket Sembako, masyarakat dapat membeli paket senilai Rp150 ribu seharga Rp100 ribu, sementara hasil penjualan disalurkan sebagai donasi bagi korban gempa bumi di NTT.
Semarak Kemerdekaan di SPBU, Pertamina Libatkan Veteran hingga Komunitas Ojol
Ratusan warga Dukuh Sinoman, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Senin (17/8/2026) dengan mengenakan busana Jawa dan kostum pewayangan. Konsep tersebut dipilih warga untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan sekaligus melestarikan budaya Jawa serta mengenalkan nilai moral pewayangan kepada generasi muda.
Rawat Budaya Jawa, Ratusan Warga Sinoman ikuti Upacara Kenakan Kostum Tokoh Pewayangan
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
Satlantas Polres Salatiga memastikan penerbitan SIM baru maupun perpanjangan dilakukan transparan sesuai prosedur di Satpas, Jumat (14/8/2026). Pemohon wajib mengikuti tahapan administrasi, kesehatan, psikologi, serta ujian bagi SIM baru. Polisi mengimbau masyarakat mengurus langsung tanpa calo, dengan biaya PNBP SIM A baru Rp120.000 dan SIM C baru Rp100.000.
SATPAS Salatiga Pastikan Penerbitan SIM Baru Transparan Sesuai Prosedur
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved