RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pemkab Semarang Siapkan Lahan 2,6 Hektare untuk Skenario Relokasi Warga Terdampak Longsor di Kalongan

Pemkab Semarang Siapkan Lahan 2,6 Hektare untuk Skenario Relokasi Warga Terdampak Longsor di Kalongan

Pemkab Semarang Siapkan Lahan 2,6 Hektare untuk Skenario Relokasi Warga Terdampak Longsor di Kalongan

Longsor di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Ungaran Timur semakin meluas. Pemkab Semarang menyiapkan skenario hunian sementara untuk merelokasi warga terdekat lokasi longsor. Foto: Diskominfo Kab. Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menguraikan Pemerintah Kabupaten Semarang menyiapkan langkah relokasi warga terdampak longsor di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, ke hunian sementara (huntara).

Longsor yang terjadi sejak 2022 di jalur Kalongan menuju Demak kembali bergerak dan kini semakin mendekati permukiman warga. Jarak longsoran dengan rumah penduduk diperkirakan tinggal sekitar 15 hingga 20 meter.

Menurut Ngesti, pemerintah daerah telah mengidentifikasi sedikitnya 22 rumah yang berada di zona rawan. Selain itu, di Dusun Dampu juga ditemukan rekahan tanah yang mengancam sekitar 24 kepala keluarga.

“Upaya pertama yang kami lakukan adalah memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu waspada. Kami juga melakukan identifikasi rumah-rumah terdampak dan monitoring secara berkala bersama desa, kecamatan, BPBD, DPU, serta didukung TNI dan Polri,” ujar Ngesti di Ungaran, Rabu (4/3/2026).

Ia menegaskan, apabila kondisi dinilai membahayakan, warga yang berada di sekitar titik longsor akan segera dipindahkan sementara ke lokasi yang telah disiapkan pemerintah. Pemkab Semarang telah menyiapkan lahan milik pemerintah daerah seluas kurang lebih 2,6 hektare di wilayah Kalongan sebagai lokasi pembangunan hunian sementara. Lahan tersebut akan diusulkan untuk pembangunan huntara jika kondisi darurat mengharuskan relokasi.

“Kami berharap tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Tetapi jika memang harus dilakukan pemindahan, lahannya sudah kami siapkan,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga telah memasang alat Early Warning System (EWS) di lokasi dan berencana menambah perangkat tersebut dengan dukungan BPBD Provinsi Jawa Tengah serta melibatkan Badan Informasi Geospasial untuk pemetaan lanjutan.

Terkait penanganan fisik di lokasi longsor, Ngesti menyebut pihaknya masih mengacu pada rekomendasi Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah yang menyarankan agar tidak dilakukan pembangunan di area tersebut. Berdasarkan kajian sebelumnya, terdapat potensi pergerakan tanah hingga sejauh kurang lebih 100 meter.

“Kalau dipaksakan ada pembangunan, justru berisiko memicu longsor kembali. Karena itu kami masih menunggu kajian terbaru dari ESDM dan BPBD Provinsi untuk menentukan langkah selanjutnya,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Semarang telah membangun jalan alternatif dengan meningkatkan status jalan desa menjadi jalan kabupaten. Jalur tersebut menghubungkan Dusun Kajangan hingga ke sekitar Kantor Kecamatan Ungaran Timur, sehingga akses masyarakat tetap terjaga apabila jalur lama terdampak longsor. (win)

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka