RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Kabar Gembira! Exit Tol Patimura Salatiga Habis Lebaran akan Dikerjakan

Kabar Gembira! Exit Tol Patimura Salatiga Habis Lebaran akan Dikerjakan

Kabar Gembira! Exit Tol Patimura Salatiga Habis Lebaran akan Dikerjakan

Rapat koordinasi rencana pembangunan exit tol Patimura Salatiga

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Hal ini terungkap saat Wali Kota menerima audiensi dengan PT. Trans Marga Jateng (TMJ) terkait Koordinasi Rencana Pelaksanaan Pembangunan Exit Tol Patimura. Dilaksanakan di Ruang Kerja Wali Kota, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Utama TMJ dan jajaran serta diikuti oleh Pj. Sekretaris Daerah, Asisten Sekda, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Direktur Utama TMJ, Prajudi, menjelaskan terkait pembangunan Exit Tol Patimura sudah berjalan hingga proses pengumuman lelang kontraktor. Pihaknya juga masih menunggu kejelasan dari Pemerintah Pusat dan pihak terkait mengenai status kebebasan tanah yang nantinya digunakan untuk pelebaran jalan Exit Tol Tingkir.

“Alhamdulillah untuk rencana pembangunan ini prosesnya sekarang sudah lelang dan sudah ada pengumumannya terkait calon kontraktornya. Hanya saja untuk penandatanganannya memang akan kami laksanakan setelah lebaran, karena pada saat arus mudik kita tidak boleh ada pekerjaan di jalur. Insyaallah mungkin 1 April sudah penandatanganan kontrak.” Ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menyambut baik akan dibangunnya Exit Tol Patimura yang sudah direncanakan sejak tahun 2023 yang lalu.

“Ini memang yang saya tunggu tentang kejelasan khususnya untuk exit tol Tamansari atau Patimura ini Alhamdulillah sudah ada progres nanti tanggal 1 April Insyaallah sudah penandatanganan MoU dengan kontraktor, mudah-mudahan diberikan kelancaran. Untuk jalan alternatif saat pembangunan juga sudah disiapkan Pemerintah Kota.” Kata Robby.

Audiensi ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan komitmen bersama antara Pemerintah Kota dan PT. Trans Marga Jateng dalam merealisasikan pembangunan Exit Tol Patimura. Diharapkan seluruh tahapan dapat berjalan lancar dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam hal kemudahan akses, peningkatan aktivitas ekonomi, maupun kenyamanan mobilitas warga di Kota Salatiga.

BACA JUGA :

Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran