URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 107 ASN Pemkab Semarang tidak masuk kerja di Kabupaten Semarang, Rabu (25/3/2026), terdiri dari tugas dinas, cuti, belajar, dan sakit, disampaikan Bupati Ngesti Nugraha, namun seluruhnya berizin resmi sehingga pelayanan publik tetap berjalan normal pasca libur Lebaran.

Mbak Google

KABAR RASIKA

107 ASN Pemkab Semarang Tak Hadir Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, Ini Penyebabnya

107 ASN Pemkab Semarang Tak Hadir Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, Ini Penyebabnya

107 ASN Pemkab Semarang Tak Hadir Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, Ini Penyebabnya

Bupati Semarang Ngesti Nugraha bersama seluruh ASN di lingkungan Pemkab Semarang melaksanakan acara halal bihalal di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (25/3/2026). Foto: win
Bupati Semarang Ngesti Nugraha bersama seluruh ASN di lingkungan Pemkab Semarang melaksanakan acara halal bihalal di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (25/3/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebanyak 107 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Semarang tercatat tidak masuk kerja pada hari pertama setelah cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah. Kendati demikian, seluruh ASN yang tidak hadir dipastikan memiliki keterangan resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan laporan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Semarang, puluhan ASN tersebut tidak masuk kerja karena berbagai alasan kedinasan maupun kondisi pribadi.

“Rinciannya, sebanyak 34 ASN masih menjalankan tugas dinas luar, terutama dalam kegiatan pengamanan arus balik Lebaran, bersama instansi terkait seperti Satpol PP, 7 ASN yang tengah menjalani tugas belajar, 46 ASN mengambil cuti, serta 20 ASN sakit,” jelas Bupati Semarang Ngesti Nugraha usai acara halal bihalal dengan seluruh ASN di lingkungan Pemkab Semarang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (25/3/2026).

Ngesti menegaskan bahwa tidak ada satu pun ASN yang mangkir tanpa keterangan.
“Yang tanpa keterangan nol, artinya seluruhnya memiliki izin resmi,” tegasnya.

Meski jumlah ASN yang tidak masuk cukup banyak, Ngesti memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan normal. ASN yang telah kembali bertugas diminta segera menyesuaikan ritme kerja setelah libur panjang Lebaran.
Selain itu, para pegawai juga diingatkan untuk segera menyelesaikan berbagai pekerjaan yang sempat tertunda selama masa libur dan cuti bersama.

“Momentum hari pertama kerja ini juga masih ada kegiatan silaturahmi di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), serta open house,” lanjutnya.

Namun demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak boleh mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Seluruh OPD diminta tetap memprioritaskan pelayanan publik secara maksimal.

“Mulai hari ini kita minta langsung tancap gas memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Mungkin masih ada silaturahmi di OPD, tetapi pelayanan harus tetap berjalan optimal,” tegasnya.

Terkait sistem kerja, Pemkab Semarang memastikan hingga saat ini belum menerapkan kebijakan work from home (WFH). Seluruh ASN tetap bekerja secara normal dari kantor (work from office/WFO), sembari menunggu kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat. (win)

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon