URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 2.596 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Klaten resmi keluar dari data kemiskinan dan diwisuda dalam graduasi mandiri di Graha Bung Karno, Selasa (30/6/2026). Keberhasilan tersebut diraih melalui graduasi mandiri dan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi, sebagai wujud peningkatan kesejahteraan serta kemandirian ekonomi keluarga penerima bantuan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

2.596 Warga Klaten resmi keluar dari data kemiskinan

2.596 Warga Klaten resmi keluar dari data kemiskinan

2.596 Warga Klaten resmi keluar dari data kemiskinan

wisuda graduasi mandiri yang digelar di Graha Bung Karno, Kabupaten Klaten, Selasa (30/6/2026).
featured-img

KLATEN — Ribuan keluarga di Kabupaten Klaten berhasil membuktikan bahwa bantuan sosial bukanlah tujuan akhir, melainkan batu loncatan menuju kehidupan yang lebih baik. Sebanyak 2.596 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) resmi keluar dari data kemiskinan setelah dinilai mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.

Keberhasilan itu ditandai dengan wisuda graduasi mandiri yang digelar di Graha Bung Karno, Kabupaten Klaten, Selasa (30/6/2026).

Pada Tahap I Tahun 2026, jumlah penerima PKH di Kabupaten Klaten tercatat sebanyak 54.555 keluarga. Dari jumlah tersebut, 992 keluarga memilih graduasi mandiri karena merasa sudah mampu dan tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah. Sementara 1.604 keluarga lainnya lulus dari program setelah memperoleh pendampingan melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE).

Salah satu sosok inspiratif di balik keberhasilan itu adalah Sri Giatmi, warga Desa Bero, Kecamatan Trucuk. Perempuan yang kini berjualan jamu keliling itu mengaku, bantuan PKH telah menjadi titik balik bagi keluarganya.

Ia mengenang saat pertama kali menjadi penerima PKH pada 2013. Kala itu, kondisi ekonomi keluarganya sangat memprihatinkan. Jangankan memenuhi kebutuhan sehari-hari, untuk memberi uang jajan anak pun terasa berat.

Berkat bantuan pemerintah, kebutuhan pendidikan anak-anaknya dapat terpenuhi. Bahkan, sebagian dana bantuan disisihkan sebagai modal usaha untuk membeli bahan dan perlengkapan berdagang.

Kini, hasil berjualan jamu mampu mencukupi kebutuhan keluarga. Anak pertamanya telah bekerja di sebuah pabrik dengan penghasilan tetap, sementara anak keduanya duduk di bangku kelas III SMP.

“Saya merasa sudah cukup. Dulu pemerintah sudah banyak membantu kami, sekarang saatnya memberi kesempatan kepada warga lain yang lebih membutuhkan. Saya berharap teman-teman yang sudah mampu juga berani graduasi mandiri,” ujar Sri Giatmi.

Semangat serupa juga dirasakan Tri Suwiyem, warga Klaten Tengah. Selain resmi lulus dari PKH, ia juga menerima bantuan modal usaha melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi dari Kementerian Sosial.

Dengan bantuan berupa peralatan usaha senilai hingga Rp5 juta, ia semakin optimistis mengembangkan usaha bakso yang baru dirintis enam bulan terakhir.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu usaha kami. Semoga ekonomi keluarga semakin baik dan usaha terus berkembang,” katanya.

Acara graduasi tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, dan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga yang berhasil keluar dari kemiskinan. Menurutnya, graduasi bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata bahwa masyarakat mampu bangkit dan berdiri di atas kaki sendiri.

“Graduasi seperti ini tidak hanya terjadi di Klaten, tetapi juga di Kendal dan Brebes. Mereka sudah mampu mandiri sehingga tidak lagi membutuhkan bantuan sosial. Inilah tujuan utama program pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Luthfi menegaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi itu turut berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah, dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen pada 2025.

“Kolaborasi ini menjadi kunci untuk mengangkat masyarakat miskin dan miskin ekstrem agar bisa segera graduasi dan hidup mandiri,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menilai komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota dalam menanggulangi kemiskinan patut diapresiasi. Menurutnya, keterbukaan dan akurasi data menjadi fondasi penting agar setiap program bantuan benar-benar tepat sasaran.

Ia berharap semakin banyak keluarga penerima manfaat yang mengikuti jejak ribuan warga Klaten, menjadikan bantuan sosial sebagai pijakan untuk membangun usaha, meningkatkan kesejahteraan, dan akhirnya mampu hidup mandiri tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.

BACA JUGA :

Ratusan siswa SMK Negeri 1 Salatiga menggelar aksi di lingkungan sekolah pada Senin untuk mempertanyakan perubahan rencana pembangunan fasilitas yang sebelumnya disepakati sebagai ruang ekspresi siswa. Aksi muncul setelah siswa mendapat informasi lahan tersebut akan digunakan untuk ruang praktik. Kepala sekolah menyebut persoalan terjadi akibat miskomunikasi dan memastikan ruang ekspresi tetap dibangun di lokasi berbeda, sementara sekolah menggelar audiensi untuk menjelaskan perubahan tersebut.
Merasa Kecewa dengan Sekolah, Ratusan Siswa SMK 1 Salatiga Gelar Aksi Demo
Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mewisuda dua mahasiswa difabel pada Wisuda ke-12 yang digelar pada 24–25 Juli 2026 sebagai wujud komitmen menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang inklusif. Kampus menegaskan kesetaraan akses pendidikan melalui penyediaan layanan ramah disabilitas, sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama, sekaligus mewisuda total 1.299 lulusan pada periode tersebut.
Wisuda ke-12 UIN Salatiga, Dua Mahasiswa Difabel Sukses Raih Gelar Sarjana
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Impactful Regional Leadership pada ajang Solopos Best Brand & Innovation Award 2026 di The Alana Solo, Kabupaten Karanganyar, Jumat (17/7/2026). Penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas kepemimpinannya dalam mendorong investasi, memperluas lapangan kerja, memperkuat UMKM, serta mewujudkan pembangunan kolaboratif yang berdampak bagi masyarakat Jawa Tengah.
Investasi Tumbuh, UMKM Menguat, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership
SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.
Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter
MPLS di SMA Sainstek Salatiga, Siswa dan Guru ikuti Psikotes untuk Penguatan Karakter

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved