URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Yayasan Izzatul Islam Getasan, Kabupaten Semarang menyalurkan donasi sebesar Rp29.831.700 untuk korban erupsi Gunung Semeru. Donasi itu disalurkan melalui lembaga sosial Dompet Peduli Pendidikan Ummat (DPPU) JSIT Indonesia Lazis Jateng, Jumat (7/1) di SDIT Izzatul Islam Getasan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

29 juta Berhasil Disalurkan Untuk Korban Erupsi Semeru

29 juta Berhasil Disalurkan Untuk Korban Erupsi Semeru

29 juta Berhasil Disalurkan Untuk Korban Erupsi Semeru

featured-img

Yayasan Izzatul Islam Getasan, Kabupaten Semarang menyalurkan donasi sebesar Rp29.831.700 untuk korban erupsi Gunung Semeru. Donasi sebesar Rp20 juta disalurkan melalui lembaga sosial Dompet Peduli Pendidikan Ummat (DPPU) JSIT Indonesia Lazis Jateng, Jumat (7/1) di SDIT Izzatul Islam Getasan.

Sedangkan sisanya disalurkan melalui PGRI, HIMPAUDI, BAZIS Kecamatan Getasan, KWARRAN PRAMUKA Getasan, dan Rumah Zakat guna membangun kemitraan.

Donasi dikumpulkan beberapa hari setelah terjadi bencana yang bersumber dari donasi para guru, karyawan, dan siswa TKIT, SDIT, SMPIT Izzatul Islam Getasan dan TKIT Nurul Islam Getasan.

Dwi Pujiyanto, selaku koordinator bidang Zakat Infak Shodaqoh dan Wakaf Yayasan Izzatul Islam Getasan mengatakan bahwa donasi yang terkumpul tidak disalurkan sendiri melainkan melalui lembaga zakat dan sosial agar bisa tepat sasaran. Ia mengungkapkan terima kasih kepada guru, karyawan, siswa, orang tua, dan para donatur yang telah menitipkan sebagian rezekinya untuk membantu korban erupsi gunung Semeru. Yayasan Izzatul Islam mendoakan semoga donasi yang terkumpul dapat bermanfaat dan para donatur mendapatkan pahala dari Allah SWT.

“Yang pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Yayasan Izzatul Islam Getasan baik guru, karyawan, siswa, dan orang tua yang telah menyisihkan sebagian rezekinya. Insya Allah, donasi ini akan sangat bermanfaat bagi saudara kita yang terkena musibah gunung Semeru yang meletus. Donasi kita salurkan melalui lembaga zakat dan sosial akan bisa efektif dan tepat sasaran,” kata Dwi Pujiyanto.

BACA JUGA :

Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Puluhan pecatur dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I kategori non-master di Kota Salatiga, Minggu (19/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Salatiga. Ajang ini digelar untuk mewadahi penghobi catur, mengembangkan bibit atlet muda, mempererat komunitas pecatur, serta diharapkan menjadi agenda bergengsi yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat nasional.
Puluhan Peserta ikuti Turnamen Catur Taman Tingkir Cup I Non-Master
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga