URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Giat pengamanan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) dengan sandi Operasi Lilin 2022 resmi dimulai pada 23 Desember 2022. Kegiatan itu akan dilaksanakan selama 11 hari hingga 2 Januari 2023 mendatang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

390 Personel Gabungan Diterjunkan untuk Amankan Nataru di Kabupaten Semarang

390 Personel Gabungan Diterjunkan untuk Amankan Nataru di Kabupaten Semarang

390 Personel Gabungan Diterjunkan untuk Amankan Nataru di Kabupaten Semarang

featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Giat pengamanan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) dengan sandi Operasi Lilin 2022 resmi dimulai pada 23 Desember 2022. Kegiatan itu akan dilaksanakan selama 11 hari hingga 2 Januari 2023 mendatang.

Di wilayah hukum Polres Semarang, sebanyak 11 pos pengamanan dengan 390 personel gabungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan seluruh instansi terkait diterjunkan untuk mendukung pelaksanaan giat tersebut.

Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika saat membacakan amanat Kapolri menyatakan Operasi Lilin 2022 merupakan sarana pengecekan tahap akhir kesiapan personel agar pengamanan Nataru berjalan optimal.

“Berdasarkan survei dari Kemenhub, mobilisasi masyarakat pada Nataru kali ini diprediksi mencapai 44,17 juta orang. Oleh karena itu Operasi Lilin ini mengandung maksud agar masyarakat aman dan nyaman baik saat beribadah maupun merayakan tahun baru,” ungkapnya dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2022 Polres Semarang di Alun-alun Bung Karno Kalirejo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Kamis (22/12/2022).

Yovan menerangkan, beberapa potensi gangguan keamanan yang menjadi perhatian diantaranya ancaman aksi terorisme di tempat ibadah yang dalam hal ini gereja, kemacetan arus lalu lintas di ruas tol maupun jalur arteri, kecelakaan lalu lintas, kepadatan pengunjung obyek wisata, tindak kejahatan konvensional, serta potensi bencana alam.

“Maka berkaca pada pengamanan saat Idul Fitri kemarin, bisa dijadikan acuan cara bertindak. Termasuk sterilisasi tempat ibadah, rekayasa lalu lintas, serta patroli jalan kaki untuk mencegah tindak kejahatan,” ujarnya.

Di wilayah hukum Polres Semarang, Yovan melanjutkan sejumlah gereja yang memiliki banyak jemaat akan mendapatkan perhatian lebih, seperti Gereja Santo Yusup Ambarawa (Gereja Jago) dan Gereja St. Stanislaus Kostka Girisonta, Bergas. Terutama dari sisi keamanan selama pelaksanaan ibadah Natal.

“Nanti kita cek bersama forkompinda dengan melibatkan tim penjinak bom (jibom) Sat Brimob Polda Jateng dan K-9,” sambungnya.

Yovan berpesan, saat ini Covid-19 belum sepenuhnya berakhir. Meski pemerintah meniadakan penyekatan dan PPKM, masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Sehingga ibadah bisa tetap berjalan, kesehatan juga tetap terjaga,” tandasnya. (win)

 

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon