KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

575 Siswa SD dan SMP di Kecamatan Suruh Kompak Menari Keprajuritan

575 Siswa SD dan SMP di Kecamatan Suruh Kompak Menari Keprajuritan

575 Siswa SD dan SMP di Kecamatan Suruh Kompak Menari Keprajuritan

Peringatan Hardiknas 2023 di Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang disambut dengan antusias oleh 575 siswa SD dan SMP yang tampil kompak menampilkan tari prajuritan khas Kabupaten Semarang di Lapangan Mesu, Desa Suruh. Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo, menyebut tari prajuritan ini sebagai bentuk pelestarian budaya daerah yang diikuti oleh semua siswa SD dan SMP di Kecamatan Suruh.
Foto Arief Rasika
Ratusan Siswa SD dan SMP di Suruh saat menari Prajuritan dalam rangka Hardiknas

[@]Dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional (Hardiknas) 2023 di Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang Sebanyak 575 Siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kecamatan tersebut menampilkan tari prajuritan secara kompak.

Bertempat di Lapangan Mesu, Desa Suruh, ratusan siswa dengan elok menampilkan tarian khas Kabupaten Semarang tersebut. Mereka menari sesuai irama dan dikomandoi oleh dua orang guru di depan.

Kepada Rasika FM, Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo menyebut kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa SD dan SMP di Kecamatan Suruh. Sementara untuk penari, masing-masing sekolah mengirimkan satu peleton.

“Tari prajuritan yang diselenggarakan di Kecamatan Suruh ini sangat luar biasa. Ini menggembirakan warga masyarakat Kabupaten Semarang. Ini menggambarkan kebhinekaan bhinneka tunggal Ika di Kabupaten Semarang berjalan dengan baik,” terang Sukaton kepada Selasa (2/5/2023).

Diakui tari prajuritan yang diselenggarakan ini juga sebagai bentuk untuk melestarikan tari khas Kabupaten Semarang.

“Tari prajuritan ini dilaksanakan di semua satuan pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama,” terang dia.

Di Momen hari pendidikan ini Sukaton berharap kurikulum terbaru bisa diimplementasikan di seluruh jenjang sekolah di Kabupaten Semarang. Tidak hanya di kelas 4-6 SD dan hanya jelas 7 dijenjang SMP.

Salah seorang penari prajuritan Laras mengaku latihan selama satu bulan untuk menampilkan tari prajuritan ini pada peringatan hardiknas. Menurutnya menarikan prajuritan ini tidak susah. Karena ia sudah belajar selama tiga tahun. Tari prajuritan ini kata Lestari sangat menarik.

“Lagunya asyik. Gerakannya juga,” kata siswa kelas 6 SD Negeri Dadapayam ini.

– Suasana pertunjukan tari Prajuritan
– Laras saat diwawancarai Rasika FM

Kabar Terkini

POPULER

Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]