URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan seluruh layanan perizinan kapal bagi nelayan kecil di wilayah pesisir Jawa Tengah diberikan secara gratis saat Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kota Tegal, Senin (22/6/2026). Melalui program Jebol Ikan, pemerintah mendampingi nelayan mengurus legalitas usaha perikanan dan meminta masyarakat segera melapor jika menemukan praktik pungutan liar dalam proses perizinan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

SPBUN Sempat Mati Suri 3 Bulan, Ahmad Luthfi Turun Tangan, Nelayan Tegal Kini Bisa Melaut Lagi

SPBUN Sempat Mati Suri 3 Bulan, Ahmad Luthfi Turun Tangan, Nelayan Tegal Kini Bisa Melaut Lagi

SPBUN Sempat Mati Suri 3 Bulan, Ahmad Luthfi Turun Tangan, Nelayan Tegal Kini Bisa Melaut Lagi

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung operasional SPBUN di Pelabuhan Jongor, Kota Tegal
featured-img

TEGAL — Kabar baik bagi ribuan nelayan di Kota Tegal. Setelah sempat berhenti beroperasi selama tiga bulan akibat persoalan sertifikasi, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Pelabuhan Jongor kini kembali melayani kebutuhan BBM nelayan.

Kepastian operasional SPBUN tersebut mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat meninjau Pelabuhan Jongor, Senin (22/6/2026). Dalam kunjungannya, Luthfi berdialog dengan nelayan dan pengelola SPBUN untuk memastikan layanan bahan bakar yang menjadi urat nadi aktivitas melaut tetap berjalan.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah, Riswanto, mengungkapkan bahwa SPBUN sempat berhenti beroperasi karena terkendala proses sertifikasi dan perizinan.

“Pak Gubernur mendesak pemerintah pusat agar SPBUN ini tetap bisa beroperasi meski masih dalam masa transisi,” ujar Riswanto.

Menurut dia, kendala utama saat ini adalah proses aktivasi Online Single Submission (OSS) di Kementerian ESDM. Salah satu syarat operasional SPBUN adalah kepemilikan sertifikat standar yang masih dalam proses penyelesaian.

Berkat dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Tegal, dan koordinasi dengan Pertamina, SPBUN akhirnya diperbolehkan kembali beroperasi hingga Oktober 2026 sambil menuntaskan seluruh persyaratan yang dibutuhkan.

Tak hanya soal BBM, nelayan juga menyampaikan persoalan lain yang selama ini menghambat aktivitas mereka, yakni pendangkalan sejumlah alur pelayaran seperti Sungai Kaligung atau Kalibacin, Kali Kemiri, dan Kali Sibelis.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Luthfi meminta seluruh pihak terkait bergerak cepat agar persoalan yang dihadapi nelayan tidak berlarut-larut.

“Harus clear. Kita tidak mau akses yang dibutuhkan nelayan ini terganggu. Izinnya harus dipenuhi sesuai standar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi, menjelaskan bahwa kawasan pelabuhan saat ini juga menghadapi persoalan keterbatasan kapasitas. Dari sekitar 1.200 kapal aktif yang beroperasi, kolam pelabuhan hanya mampu menampung sekitar 600 kapal.

Kondisi tersebut diperparah dengan masih adanya sekitar 18 bangkai kapal bekas kebakaran yang belum seluruhnya berhasil dievakuasi. Tahun ini, Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan anggaran sekitar Rp150 juta untuk menarik lima bangkai kapal, sementara sisanya akan ditangani secara bertahap.

“Harapannya penarikan bangkai kapal ini bisa meningkatkan kapasitas kolam pelabuhan dan memperlancar aktivitas nelayan,” kata Endi.

Melalui kunjungan ini, Pemprov Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk mengawal berbagai persoalan yang dihadapi nelayan, mulai dari ketersediaan BBM, pendangkalan alur pelayaran, hingga penataan dan pengembangan kawasan pelabuhan agar aktivitas ekonomi pesisir semakin lancar.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan