KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Bupati Semarang: Program Pemerintah Pusat dan Daerah Harus Sinkron dan Linear

Bupati Semarang: Program Pemerintah Pusat dan Daerah Harus Sinkron dan Linear

Bupati Semarang: Program Pemerintah Pusat dan Daerah Harus Sinkron dan Linear

Bupati Semarang Ngesti Nugraha usai mengikuti rapat paripurna di ruang rapat DPRD Kabupaten Semarang, Senin (3/3/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyampaikan hasil positif dari retreat yang dilakukan oleh pemerintah daerah beberapa waktu lalu. Dalam acara tersebut, dilakukan sinkronisasi antara program pemerintah pusat, visi misi Presiden Republik Indonesia, visi misi Gubernur Jawa Tengah, serta visi misi pemerintah Kabupaten Semarang.

“Kemarin ada retreat, dan hasilnya sangat bagus untuk sinkronisasi program pemerintah pusat dengan visi misi presiden, visi misi gubernur Jawa Tengah, serta visi misi kami selaku bupati dan wakil bupati Semarang. Semua harus sinkron dan linear. Dengan koordinasi yang baik, harapan kita adalah agar arah pembangunan ke depan serta kebijakan pemerintah daerah bisa sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat,” ungkapnya ditemui usai rapat paripurna di ruang rapat DPRD Kabupaten Semarang, Senin (3/3/2025).

Ngesti juga menyoroti beberapa program yang sudah dilaksanakan oleh Pemkab Semarang, serta program yang masih dalam tahap pengembangan. Di bidang pendidikan, Pemkab Semarang telah memberikan beasiswa meskipun belum sepenuhnya mencakup seluruh kebutuhan. Sementara di bidang infrastruktur, pembangunan fasilitas akan terus dilakukan, terutama di wilayah perbatasan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Jika kami tidak mampu, kami akan mengajukan bantuan ke pemerintah pusat atau pemerintah provinsi Jawa Tengah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ngesti menekankan komitmen Pemkab Semarang dalam mempertahankan program BPJS gratis untuk masyarakat kurang mampu. Selain itu, pemberian beasiswa untuk pendidikan serta dukungan penuh terhadap program pemberian makanan bergizi gratis juga menjadi prioritas.

“Kami juga mendukung penuh program pemberian makanan bergizi gratis, ini akan ada dukungan ke arah sana. Itemnya apa saja, nanti akan kita rapatkan secara internal,” ujarnya.

Dalam hal ketahanan pangan, Bupati Ngesti mengungkapkan bahwa Kabupaten Semarang sudah memiliki sekitar 180 hektare lahan beras organik yang akan terus dimaksimalkan sebagai potensi unggulan daerah.

“Ini akan menjadi brand di Kabupaten Semarang karena harga jualnya cukup tinggi,” katanya.

Selain itu, Pemkab Semarang juga akan memetakan daerah yang masih kekurangan air bersih dan berupaya membangun sarana air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Masalahnya akan kita inventarisasi, setelah itu baru kita eksekusi secara bertahap,” jelas Bupati.

Tidak kalah penting, Bupati Ngesti menyebutkan pentingnya pemberdayaan UMKM sebagai salah satu upaya untuk mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Semarang.

“Kami akan gerakkan UMKM untuk mengurangi angka kemiskinan,” tegasnya.

Terkait dengan rencana retreat kedua pada tahun 2026 atau 2027, Ngesti menambahkan bahwa evaluasi terhadap hasil retreat tahap pertama dan implementasi program pemerintah pusat yang telah disinkronkan dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota akan menjadi fokus utama.

“Kita akan mengikuti arahan dari Bapak Presiden untuk evaluasi dan implementasi lebih lanjut,” tutupnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
[pekok2]