KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan

Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan

Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Yayasan Jallu Nusantara Indonesia (YJNI) dan Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) Kota Salatiga menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai kerja sama pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender, (7.7.2026).

Penandatanganan yang berlangsung di Gedung PC Fatayat NU Kota Salatiga itu menjadi titik awal kolaborasi kedua lembaga dalam memperkuat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan sistem perlindungan terhadap perempuan dan kelompok rentan.

Kesepakatan tersebut lahir dari kesamaan pandangan bahwa persoalan kekerasan berbasis gender tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan hukum, melainkan juga membutuhkan penguatan kapasitas masyarakat, pendidikan yang berkelanjutan, serta kolaborasi antarlembaga. Melalui kerja sama ini, kedua pihak berkomitmen mengembangkan berbagai program yang berorientasi pada pencegahan, peningkatan kesadaran publik, hingga penguatan mekanisme pendampingan korban.

Ketua PC Fatayat NU Kota Salatiga, Arna Asna Annisa,M.SI., mengatakan Fatayat NU memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat melalui pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Menurut dia, organisasi perempuan Nahdlatul Ulama itu selama ini tidak hanya bergerak dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga aktif mengembangkan program sosial yang menyentuh berbagai persoalan masyarakat, termasuk isu perlindungan perempuan dan anak.

“Fatayat NU memiliki ruang yang sangat dekat dengan masyarakat. Karena itu, kami memandang kerja sama ini sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat peran pendidikan dan pemberdayaan agar masyarakat semakin memiliki kesadaran terhadap pentingnya pencegahan kekerasan berbasis gender,” kata Arna.

Ia menegaskan, nota kesepahaman tersebut tidak dimaksudkan sekadar menjadi dokumen administratif. Menurut dia, kemitraan yang dibangun harus diwujudkan melalui program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga kerja sama ini bukan hanya menjadi formalitas, tetapi menjadi komitmen bersama untuk menebarkan kemanfaatan kepada ruang lingkup yang lebih luas,” ujarnya.

Arna berharap kolaborasi tersebut mampu melahirkan berbagai inisiatif yang berkelanjutan. Ia menilai tantangan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat sehingga membutuhkan kesinambungan program lintas periode kepengurusan.

“Yang kami bangun hari ini diharapkan menjadi warisan dan legacy bagi kepengurusan berikutnya. Program-program yang telah dirintis harus terus dilanjutkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” katanya.

Ketua Yayasan Jallu Nusantara Indonesia, Nurrun Jamaludin, mengatakan kerja sama dengan Fatayat NU merupakan bagian dari strategi memperluas kolaborasi dengan organisasi masyarakat yang memiliki kedekatan langsung dengan komunitas. Menurut dia, keterlibatan organisasi perempuan menjadi faktor penting dalam membangun sistem pencegahan kekerasan berbasis gender yang lebih efektif.

Nurrun menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, melainkan akan diikuti dengan pelaksanaan berbagai agenda bersama yang telah dirancang secara bertahap.

“Kerja sama ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi harus berkelanjutan. Kami memiliki target jangka panjang yang ingin dicapai bersama melalui berbagai program pendidikan, pelatihan, pendampingan, dan penguatan kapasitas masyarakat,” ujarnya.

Menurut Nurrun, meningkatnya kasus kekerasan berbasis gender di Kota Salatiga menjadi salah satu kegelisahan yang melatarbelakangi lahirnya kolaborasi tersebut. Kondisi itu menunjukkan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan kelompok rentan masih menjadi tantangan yang memerlukan perhatian bersama.

Melalui kerja sama tersebut, kedua lembaga berencana menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mencakup pendidikan publik mengenai kesetaraan gender dan pencegahan kekerasan, pelatihan safeguarding bagi organisasi dan komunitas, peningkatan kapasitas kader, penguatan jejaring pendampingan korban, serta pengembangan ruang-ruang edukasi yang aman bagi perempuan dan anak.

Bagi kedua lembaga, kerja sama ini juga menjadi upaya membangun ekosistem perlindungan yang tidak hanya berorientasi pada penanganan kasus setelah kekerasan terjadi, tetapi juga menempatkan pencegahan sebagai strategi utama. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan berbasis gender.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
[pekok2]