KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan

Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan

Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Yayasan Jallu Nusantara Indonesia (YJNI) dan Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (PC Fatayat NU) Kota Salatiga menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) mengenai kerja sama pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender, (7.7.2026).

Penandatanganan yang berlangsung di Gedung PC Fatayat NU Kota Salatiga itu menjadi titik awal kolaborasi kedua lembaga dalam memperkuat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan sistem perlindungan terhadap perempuan dan kelompok rentan.

Kesepakatan tersebut lahir dari kesamaan pandangan bahwa persoalan kekerasan berbasis gender tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan hukum, melainkan juga membutuhkan penguatan kapasitas masyarakat, pendidikan yang berkelanjutan, serta kolaborasi antarlembaga. Melalui kerja sama ini, kedua pihak berkomitmen mengembangkan berbagai program yang berorientasi pada pencegahan, peningkatan kesadaran publik, hingga penguatan mekanisme pendampingan korban.

Ketua PC Fatayat NU Kota Salatiga, Arna Asna Annisa,M.SI., mengatakan Fatayat NU memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat melalui pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Menurut dia, organisasi perempuan Nahdlatul Ulama itu selama ini tidak hanya bergerak dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga aktif mengembangkan program sosial yang menyentuh berbagai persoalan masyarakat, termasuk isu perlindungan perempuan dan anak.

“Fatayat NU memiliki ruang yang sangat dekat dengan masyarakat. Karena itu, kami memandang kerja sama ini sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat peran pendidikan dan pemberdayaan agar masyarakat semakin memiliki kesadaran terhadap pentingnya pencegahan kekerasan berbasis gender,” kata Arna.

Ia menegaskan, nota kesepahaman tersebut tidak dimaksudkan sekadar menjadi dokumen administratif. Menurut dia, kemitraan yang dibangun harus diwujudkan melalui program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga kerja sama ini bukan hanya menjadi formalitas, tetapi menjadi komitmen bersama untuk menebarkan kemanfaatan kepada ruang lingkup yang lebih luas,” ujarnya.

Arna berharap kolaborasi tersebut mampu melahirkan berbagai inisiatif yang berkelanjutan. Ia menilai tantangan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat sehingga membutuhkan kesinambungan program lintas periode kepengurusan.

“Yang kami bangun hari ini diharapkan menjadi warisan dan legacy bagi kepengurusan berikutnya. Program-program yang telah dirintis harus terus dilanjutkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” katanya.

Ketua Yayasan Jallu Nusantara Indonesia, Nurrun Jamaludin, mengatakan kerja sama dengan Fatayat NU merupakan bagian dari strategi memperluas kolaborasi dengan organisasi masyarakat yang memiliki kedekatan langsung dengan komunitas. Menurut dia, keterlibatan organisasi perempuan menjadi faktor penting dalam membangun sistem pencegahan kekerasan berbasis gender yang lebih efektif.

Nurrun menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, melainkan akan diikuti dengan pelaksanaan berbagai agenda bersama yang telah dirancang secara bertahap.

“Kerja sama ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi harus berkelanjutan. Kami memiliki target jangka panjang yang ingin dicapai bersama melalui berbagai program pendidikan, pelatihan, pendampingan, dan penguatan kapasitas masyarakat,” ujarnya.

Menurut Nurrun, meningkatnya kasus kekerasan berbasis gender di Kota Salatiga menjadi salah satu kegelisahan yang melatarbelakangi lahirnya kolaborasi tersebut. Kondisi itu menunjukkan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan kelompok rentan masih menjadi tantangan yang memerlukan perhatian bersama.

Melalui kerja sama tersebut, kedua lembaga berencana menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mencakup pendidikan publik mengenai kesetaraan gender dan pencegahan kekerasan, pelatihan safeguarding bagi organisasi dan komunitas, peningkatan kapasitas kader, penguatan jejaring pendampingan korban, serta pengembangan ruang-ruang edukasi yang aman bagi perempuan dan anak.

Bagi kedua lembaga, kerja sama ini juga menjadi upaya membangun ekosistem perlindungan yang tidak hanya berorientasi pada penanganan kasus setelah kekerasan terjadi, tetapi juga menempatkan pencegahan sebagai strategi utama. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan berbasis gender.

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengusulkan alokasi 300 liter air per detik dari Bendungan Jragung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Semarang. Air tersebut diharapkan mendukung kebutuhan air bersih, industri, pertanian, dan pariwisata, terutama di Pringapus, Bergas, dan Ungaran Timur. Pemkab juga mendorong pengembangan wisata dengan memprioritaskan Desa Candirejo.
Bendungan Jragung Mulai Diisi, Bupati Semarang Dorong Pemanfaatan untuk Sektor Intanpari
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
[pekok2]