[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Hari Libur, Mendadak Wali Kota Salatiga Sidak Tps Bulu, ada Apa?

Hari Libur, Mendadak Wali Kota Salatiga Sidak Tps Bulu, ada Apa?

Hari Libur, Mendadak Wali Kota Salatiga Sidak Tps Bulu, ada Apa?

Robby Hernawan (topi hitam kacamata) saat memantau Tps Bulu

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Wali Kota Salatiga Robby Hernawan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke TPS Bulu Teglarejo, Jumat (30/5/25), untuk melihat secara langsung pengelolaan sampah disana. Dalam sidak ini Robby didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda sekaligus Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, BPH Pramusinto.

Wali Kota melihat langsung alur pengolahan sampah yang dimulai dari area drop off atau sampah masuk, kemudian dilakukan pemilahan manual oleh pekerja melalui conveyor, selanjutnya masuk ke mesin pemilah dan pencacah organik (gibrik). Hasil pilahan berupa bubur sampah organik yang siap diproses menjadi kompos dan plastik akan dilakukan pengolahan lanjutan menjadi minyak melalui pirolisis dan sebagian dilakukan pemusnahan dengan insinerator ramah lingkungan. Adapun residu sampah akan dibawa ke TPA Ngronggo untuk pemrosesan lanjutan. TPS Bulu saat ini merupakan satu-satunya TPS3R yang memiliki peralatan dan sarana prasarana komplit di Kota Salatiga. Volume sampah yang dikelola di TPS3R Bulu sekitar 6 ton perhari.

TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) adalah tempat yang menerima sampah dari TPS ataupun dari rumah tangga dan industri. Di tempat inilah sampah diolah untuk mengurangi kuantitas atau memperbaiki karakteristik sampah, sehingga hanya residu sampah yang selanjutnya dikirim ke TPA. Keberadaan TPS3R tentunya menjadi sangat bermanfaat karena mengurangi volume sampah di TPA karena terjadinya pengolahan dan penurunan kuantitas. Selain mengatasi jumlah sampah yang banyak, TPS3R juga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Dengan mengolah sampah organik, TPS3R mampu mengubah sampah menjadi pupuk kompos yang bernilai ekonomis.

Robby menilai pemrosesan sampah di TPS3R Bulu sudah baik. “Sampah sudah dipilah menjadi sampah yang sumber organik, plastik dan sebagainya. Sampah plastik juga diolah menjadi waste to energy. Alat-alat dan mesinnya sudah cukup bagus, sehingga sampah plastik bisa diolah menjadi solar,” ujarnya.

Robby ingin setiap kelurahan memiliki TPS3R seperti yang ada di Tegalrejo ini. “Kalau setiap kelurahan memiliki TPS3R, saya yakin permasalahan sampah bisa diatasi dengan baik,” tambahnya.

Seusai melakukan sidak ke TPS Bulu, Robby mengunjungi agrowisata river tubing Sitalang di Kauman Kidul dan sentra wisata industri di Tingkir Lor. Di kedua lokasi tersebut, Robby ingin melihat secara langsung potensi wisata yang ada di Kota Salatiga, dan ingin agar wisata di Salatiga dapat dikembangkan lebih maksimal dan lebih besar lagi.

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px