RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Mobil Terbakar Akibat Korsleting di Jalan Salatiga–Kopeng, Tiga Penumpang Selamat

Mobil Terbakar Akibat Korsleting di Jalan Salatiga–Kopeng, Tiga Penumpang Selamat

Mobil Terbakar Akibat Korsleting di Jalan Salatiga–Kopeng, Tiga Penumpang Selamat

Sebuah mobil Nissan Livina dengan nomor polisi AD 1579 ML terbakar di Jalan Salatiga–Kopeng, tepatnya di Dusun Deplongan, Desa Getasan, Kabupaten Semarang, pada Jumat (27/6/2025) pagi saat dikemudikan oleh Wong Bien Fu Ronald Budi, warga Kota Salatiga. Peristiwa ini terjadi akibat dugaan korsleting pada bagian mesin mobil ketika dalam perjalanan dari Salatiga menuju Yogyakarta.
pagi. Foto: IST
Mobil Nissan Livina AD 1579 ML terbakar di Jalan Salatiga–Kopeng, tepatnya di Dusun Deplongan, Desa Getasan, Kabupaten Semarang, Jumat (27/6/2025)

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebuah mobil jenis Nissan Livina dengan nomor polisi AD 1579 ML terbakar di Jalan Salatiga–Kopeng, tepatnya di Dusun Deplongan, Desa Getasan, Kabupaten Semarang, Jumat (27/6/2025) pagi. Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting pada bagian mesin.

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 08.45 WIB. Mobil yang dikemudikan Wong Bien Fu Ronald Budi, warga Perum Argomulyo Blok A No. 11, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, tengah dalam perjalanan dari Salatiga menuju Yogyakarta bersama dua penumpang lainnya.

“Saat melintasi depan Vihara Dusun Deplongan, pengemudi mencium bau sangit dari dalam kendaraan. Ia kemudian menepi dan membuka kap mesin, yang ternyata telah mengeluarkan percikan api,” kata Bhabinkamtibmas Polsek Getasan Aiptu Nyepto Imam.

Upaya pemadaman sempat dilakukan bersama warga sekitar, namun api cepat membesar dan menghanguskan sebagian besar bagian mobil.

Tidak berselang lama, petugas dari Pemadam Kebakaran Getasan tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ketiga penumpang berhasil menyelamatkan diri,” lanjutnya.

Akibat kebakaran tersebut, kerugian ditaksir mencapai 80 persen dari nilai kendaraan. Situasi tetap aman dan kondusif selama proses penanganan berlangsung. (win)

BACA JUGA :

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran