URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Event Wedding Expo yang menjadi bagian dari rangkaian Jagat Kembang Kumandang Festival Bunga Bandungan 2025 digelar untuk pertama kalinya sebagai ajang lomba dekorasi pernikahan berbasis bunga lokal. Kegiatan ini diprakarsai oleh Ketua Panitia, Endro Pranoto, bersama para pendekor dari berbagai daerah. Acara berlangsung di Pasar Bunga Jetis, Bandungan, Kabupaten Semarang, pada Sabtu, 12 Juli 2025.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Angkat Potensi Bunga Lokal lewat Wedding Expo Festival Bunga Bandungan 2025

Angkat Potensi Bunga Lokal lewat Wedding Expo Festival Bunga Bandungan 2025

Angkat Potensi Bunga Lokal lewat Wedding Expo Festival Bunga Bandungan 2025

Dewan juri menilai dekorasi panggung pernikahan dalam kegiatan Wedding Expo Festival Bunga Bandungan 2025 yang diikuti belasan pendekor lokal dan luar kota di Pasar Bunga Jetis, Bandungan, Kabupaten Semarang, Sabtu (12/7/2025). Foto: win
Dewan juri menilai dekorasi panggung pernikahan dalam kegiatan Wedding Expo Festival Bunga Bandungan 2025 yang diikuti belasan pendekor lokal dan luar kota di Pasar Bunga Jetis, Bandungan, Kabupaten Semarang, Sabtu (12/7/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Gelaran Jagat Kembang Kumandang Festival Bunga Bandungan 2025 semakin semarak dengan hadirnya event Wedding Expo yang dilaksanakan di Pasar Bunga Jetis Bandungan, Kabupaten Semarang, Sabtu (12/7/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan potensi bunga lokal serta memperluas jaringan pemasaran melalui kolaborasi dengan para pendekor pernikahan.

Ketua panitia, Endro Pranoto, menyampaikan tahun ini untuk pertama kalinya lomba dekorasi pernikahan digelar dalam rangkaian festival bunga.

“Kita ajak teman-teman dari kalangan pendekor baik yang lokal maupun luar daerah, termasuk dari Wonosobo juga ikut ambil bagian di sini,” ujarnya.

Sebanyak 15 peserta turut berpartisipasi dalam Wedding Expo ini. Mereka berasal dari wilayah Bandungan, Kota Semarang, hingga Wonosobo. Masing-masing menampilkan karya dekorasi yang mengangkat keindahan bunga sebagai elemen utama.

“Bunga yang digunakan kebanyakan berasal dari lokal Bandungan, dan jumlahnya sangat melimpah. Kita sudah siapkan berbagai jenis seperti mawar, krisan, barbera, dan lainnya. Semuanya tersedia di sini,” tambah Endro.

Lebih jauh, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi bunga lokal, memperkuat jejaring pelaku industri dekorasi, serta membuka peluang baru dalam pemasaran produk bunga segar khas Bandungan. Meski demikian, Endro mengakui bahwa pelaksanaan tahun ini dihadapkan pada tantangan cukup berat.

“Tahun ini berdekatan dengan bulan besar dalam tradisi Jawa, di mana banyak orang menggelar hajat. Permintaan bunga sangat tinggi, sehingga panitia agak terbebani dalam mempersiapkan semuanya,” ungkapnya.

Meski di tengah tantangan, panitia optimis kegiatan ini dapat terus berkembang.

“Ini baru awal. Harapannya tahun depan bisa lebih besar lagi dan kita bisa mengajak lebih banyak pendekor untuk berpartisipasi,” pungkas Endro. (win)

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved