URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak sembilan pasangan mengikuti nikah massal gratis di KUA Ambarawa, Rabu (10/9/2025). Acara digelar Pemcam Ambarawa dalam rangka HUT RI ke-80 dan HUT Ambarawa ke-320. Prosesi akad dilanjutkan resepsi bersama di pendopo. Program ini membantu pasangan yang terkendala biaya agar tercatat sah secara agama dan negara.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sah Diakui Negara dan Agama, 9 Pasangan Ini Lega Usai Ikuti Nikah Massal Gratis di Ambarawa

Sah Diakui Negara dan Agama, 9 Pasangan Ini Lega Usai Ikuti Nikah Massal Gratis di Ambarawa

Sah Diakui Negara dan Agama, 9 Pasangan Ini Lega Usai Ikuti Nikah Massal Gratis di Ambarawa

Delapan pasang pengantin mengikuti prosesi cucuk lampah menuju pendopo Kecamatan Ambarawa untuk melaksanakan resepsi dalam kegiatan nikah massal gratis, Rabu (10/9/2025). Foto: win
Delapan pasang pengantin mengikuti prosesi cucuk lampah menuju pendopo Kecamatan Ambarawa untuk melaksanakan resepsi dalam kegiatan nikah massal gratis, Rabu (10/9/2025). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Suasana Kantor Urusan Agama (KUA) Ambarawa tampak lebih ramai dari biasanya pada Rabu (10/9/2025). Sejumlah pasangan dengan busana rapi lengkap dengan riasan wajah terlihat sumringah. Mereka mengikuti prosesi ijab qabul dalam acara nikah massal gratis yang digelar Pemerintah Kecamatan Ambarawa.

Usai prosesi akad nikah di KUA, para pasangan pengantin dikirab menuju Pendopo Kecamatan Ambarawa untuk mengikuti resepsi bersama. Tercatat, ada sembilan pasangan yang resmi menikah dalam kegiatan tersebut.

Salah satunya pasangan Nur Aziz (22) dan Rifka Amalia Widiastuti (20). Nur Aziz yang bekerja sebagai buruh proyek mengaku lega karena bisa menghemat biaya pernikahan.

“Alhamdulillah senang sekali. Sebelumnya kami sudah setahun menikah siri karena terkendala biaya. Setelah tahu ada program ini dari media sosial, saya langsung daftar. Harapannya semoga ke depan bisa langgeng dan menjadi keluarga sakinah,” ucapnya.

Kepala KUA Ambarawa, Abdul Ghafur, menjelaskan mayoritas peserta nikah massal sebelumnya hanya menikah siri atau belum tercatat secara resmi.

“Rata-rata ada kendala, baik biaya maupun administrasi. Ada yang sudah menikah siri lebih dari dua tahun, ada yang baru kumpul, bahkan ada yang harus mengurus pindah agama atau akta cerai dulu. Dengan adanya program ini, alhamdulillah semuanya bisa selesai. Total ada 9 pasangan yang kini sah secara agama dan negara,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga sejalan dengan surat edaran Kementerian Agama tentang Gerakan Sadar Pencatatan Nikah.

“Semoga para pasangan ini betul-betul bisa menciptakan keluarga sakinah, diawali dengan mencatatkan pernikahannya secara sah,” lanjutnya.

Sementara Plt Camat Ambarawa, Sukamdi, menuturkan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-80 Kemerdekaan RI sekaligus HUT ke-320 Ambarawa.

“Awalnya ada 10 pasangan yang mendaftar, tapi satu batal sehingga tinggal 9 pasangan. Dari jumlah itu, 8 pasangan mengikuti prosesi pasrah tinampi dan resepsi di pendopo kecamatan, sementara satu pasangan langsung berangkat ke Kalimantan,” ungkapnya.

Sukamdi menegaskan, nikah massal ini sepenuhnya gratis. Mulai dari pakaian, mahar berupa seperangkat alat salat, hingga rias pengantin. Untuk keperluan rias, panitia juga menggandeng Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (Harpi).

“Harapan kami, masyarakat terbantu dan pernikahannya tercatat secara sah baik di mata agama maupun negara,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Jallu Nusantara dan Fatayat NU Salatiga Jalin Kerja Sama Cegah Kekerasan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan
Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,4 derajat Celsius dengan kelembapan 65 persen, sementara cuaca kering masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
13 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB...
Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan rest area untuk beristirahat, menikmati kuliner UMKM, dan menggunakan berbagai fasilitas, sementara pengelola mencatat lonjakan sekitar 5.000 pengunjung di masing-masing sisi A dan B selama masa liburan.
Hari Terakhir Liburan, Rest Area Pendopo KM 456 Jadi Titik Singgah Favorit Keluarga
Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang–Solo di Pabelan, Kabupaten Semarang, dipadati pengunjung pada Minggu (12/7/2026) bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah. Ribuan pengguna jalan tol memanfaatkan...
Astra Infra melalui Resta Pendopo meresmikan Resta SAE Ruang Temoe di Resta Pendopo KM 456 Kabupaten Semarang, Minggu (12/7/2026), sebagai ruang inklusif bagi UMKM difabel dan neurodivergen. Program ini bertujuan memperluas akses pemasaran produk kreatif, mendorong kemandirian ekonomi, serta mendukung keberagaman dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Semarang.
Resta Pendopo KM 456 Luncurkan 'Ruang Temoe', Wadah Karya Spektakuler Difabel
Astra Infra melalui Resta Pendopo meresmikan Resta SAE Ruang Temoe di Resta Pendopo KM 456 Kabupaten Semarang, Minggu (12/7/2026), sebagai ruang inklusif bagi UMKM difabel dan neurodivergen. Program ini...
Arah Baru Modernisasi Armada Trans Semarang
Arah Baru Modernisasi Armada Trans Semarang
Pemerintah Kota Semarang melalui UPTD BLU Trans Semarang mempercepat peremajaan 132 armada transportasi publik secara bertahap hingga Desember 2026. Program ini mencakup pengadaan bus baru dan pengoperasian...
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki 18 titik jalan, mengatur operasional kendaraan, dan melakukan penyiraman jalan. Perbaikan yang dimulai sejak 8 Juli 2026 itu dilakukan lebih cepat dari target sebagai tindak lanjut hasil audiensi bersama warga dan pemerintah.
PT MABA Klaim Penuhi Tuntutan Warga, Perbaiki 18 Titik Jalan di Jalur Tambang Delik–Tlompakan
PT Mitra Anugerah Bumi Agung (MABA) menyatakan telah memenuhi tuntutan warga terkait aktivitas tambang galian C di Dusun Banyuurip, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dengan memperbaiki...
Muat Lebih

POPULER

PT Mitra Anugerah Bumi Agung berkomitmen memperbaiki jalan rusak di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, mulai 12 Juli 2026 setelah audiensi dengan warga dan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (3/7/2026). Warga juga menuntut pembatasan jam operasi, kelayakan armada, perbaikan drainase, dan rambu keselamatan. DPRD akan mendorong penghentian sementara tambang bila komitmen tidak direalisasikan.
DPRD Kabupaten Semarang Ultimatum Tambang Galian C di Tuntang: Taati Kesepakatan atau Operasional Ditutup!
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.
Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting