URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sekitar 3.500 makam di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, akan dipindahkan akibat proyek Tol Jogja–Bawen Seksi VI. Pemerintah daerah tengah mendata ahli waris dan menyiapkan lahan pengganti sebelum pemindahan jenazah dilakukan. Proses ini dikawal BPKP dan ditargetkan rampung sebelum 17 Agustus 2026.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ribuan Makam Terdampak Tol Jogja–Bawen Mulai Diidentifikasi, Disiapkan Lahan Baru untuk Pemindahan

Ribuan Makam Terdampak Tol Jogja–Bawen Mulai Diidentifikasi, Disiapkan Lahan Baru untuk Pemindahan

Ribuan Makam Terdampak Tol Jogja–Bawen Mulai Diidentifikasi, Disiapkan Lahan Baru untuk Pemindahan

Warga mengunjungi punden Nyai Pedelingan yang ada di kompleks makam Lingkungan Lonjong, Kelurahan Ngampin, Ambarawa, Selasa (5/8/2025). Makam itu akan dipindahkan seiring pembebasan lahan tol Bawen-Yogya. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sekitar 3.500 makam di Kabupaten Semarang yang terdampak proyek pembangunan Tol Jogja-Bawen Seksi VI segera dipindahkan. Saat ini, pemerintah daerah bersama pihak terkait mulai melakukan pendataan ahli waris dan identifikasi lokasi makam yang terkena trase proyek. Proses ini menjadi tahapan awal sebelum penentuan lahan pengganti dan pelaksanaan pemindahan jenazah.

“Ada empat titik makam terdampak yang tersebar di Kecamatan Ambarawa. Sekitar 3.500 jenazah harus dipindahkan. Kami sedang mendata ahli waris dan menentukan mana yang akan dijadikan satu lokasi,” ujar Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Semarang, Zaenal Arifin di Ungaran, Selasa (11/11/2025).

Dikatakan Zaenal, pendataan ahli waris itu juga akan dijadikan acuan pengukuran lokasi makam pengganti. Sebab, dimungkinkan ahli waris menginginkan jenazah keluarganya dimakamkan dalam satu lokasi yang sama.

“Kalau ada ahli waris yang ingin memindahkan ke tempat lain, akan kami fasilitasi,” jelasnya.

Zaenal menambahkan, proses identifikasi dan pengukuran lokasi makam sudah berjalan, dan kini tinggal menunggu penetapan tanah pengganti sebelum dilakukan pemindahan secara bertahap.

Selain makam, sejumlah fasilitas publik di kawasan Bawen juga akan dipusatkan di lokasi baru. Antara lain ruang terbuka hijau (RTH), kantor kelurahan, dan gedung pertemuan dengan total anggaran Rp39 miliar.

“Sudah dikoordinasikan dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Jogja selaku pendamping jalan tol, dan siap dilaksanakan. Harapannya 17 Agustus 2026 kita bisa upacara di RTH baru di Bawen,” katanya.

Sementara itu, progres pembangunan Tol Jogja–Bawen Seksi VI terus dikejar agar dapat beroperasi secepatnya. Exit tol baru di dekat pasar hewan (pasar sapi) saat ini masih menunggu penetapan lokasi (penlok) dari Gubernur Jawa Tengah yang dijadwalkan rampung pada April 2026.

“Kalau penlok belum selesai sampai April, harus mengajukan permohonan baru. Kami masih koordinasi dengan PT Jasamarga Jogja Bawen apakah akhir tahun ini bisa difungsikan sebagian untuk menekan potensi kecelakaan di pintu Tol Bawen,” terangnya.

Ia menambahkan, pekerjaan konstruksi seperti pemasangan girder sudah tuntas, sedangkan sisi kanan ruas tol tidak lagi menggunakan girder. Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah ruas tersebut bisa digunakan secara fungsional pada masa Lebaran mendatang.

“Kami belum bisa matur (menyampaikan), mohon doanya biar semuanya lancar sesuai jadwal,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
Dilema Geothermal Ungaran-Telomoyo: Menimbang Maslahat dan Mudarat Energi Bersih
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved