URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Koperasi Desa Merah Putih Bergas Kidul siap beroperasi melayani kebutuhan pokok warga di Kabupaten Semarang, Selasa (3/2/2026). Diprakarsai pemerintah desa, koperasi ini hadir untuk mendorong kemandirian ekonomi melalui sektor pertanian, peternakan, UMKM, serta dukungan bagi SPPG dan kawasan industri dengan pengelolaan profesional.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kopdes Merah Putih Bergas Kidul Siap Beroperasi, Dorong Kemandirian dan UMKM Warga

Kopdes Merah Putih Bergas Kidul Siap Beroperasi, Dorong Kemandirian dan UMKM Warga

Kopdes Merah Putih Bergas Kidul Siap Beroperasi, Dorong Kemandirian dan UMKM Warga

Pembangunan Kopdes Merah Putih Bergas Kidul telah rampung. Kopdes ini telah memiliki 200-an anggota dan siap beroperasi. Foto: win
Pembangunan Kopdes Merah Putih Bergas Kidul telah rampung. Kopdes ini telah memiliki 200-an anggota dan siap beroperasi. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, siap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, baik sektor pangan, pertanian, maupun peternakan. Koperasi yang berlokasi di tepi ruas jalan nasional, tepatnya Jalan Soekarno-Hatta ini diharapkan menjadi penggerak perekonomian desa.

Kepala Desa Bergas Kidul, Heri Nugroho, mengatakan kehadiran Kopdes Merah Putih diharapkan mampu membawa kemandirian desa sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat. Menurutnya, koperasi ini akan fokus pada pemberdayaan warga, khususnya di bidang pertanian, peternakan, dan UMKM.

“Harapannya koperasi ini bisa menumbuhkembangkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Desa Bergas Kidul, terutama di sektor pertanian, peternakan, dan UMKM,” ujarnya ditemui di Kopdes Merah Putih Bergas Kidul, Selasa (3/2/2026).

Heri menjelaskan, Kopdes Merah Putih direncanakan menjadi salah satu pemasok tunggal bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di wilayah Desa Bergas Kidul.

“Ada tiga SPPG yang akan kita support dari Kopdes ini,” jelasnya.

Selain itu, karena desa ini merupakan kawasan industri, koperasi juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan bahan baku industri serta menjadi distributor penyaluran barang jadi. Dari sisi sumber daya manusia, koperasi telah merekrut sembilan orang pengurus dan enam orang sebagai motor penggerak. Menariknya, sebagian pengurus berasal dari mantan pegawai bank BUMN dan pengelola BMT di Kabupaten Semarang yang memilih mengundurkan diri untuk fokus mengembangkan koperasi desa.

“Kami juga menjalin kerja sama dengan industri besar, salah satunya PT Sido Muncul, yang memberikan pendampingan melalui program CSR, khususnya dalam pengembangan peternakan dan perekonomian kerakyatan,” tambah Heri.

Sementara itu, Ketua Kopdes Merah Putih Bergas Kidul, Gilar Wicaksono, menyampaikan pembangunan fisik koperasi telah rampung dengan luas bangunan sekitar 1.000 meter persegi. Sebelum beroperasi, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait keberadaan koperasi sebagai program pemerintah yang diharapkan menjadi angin segar bagi pelaku UMKM.

“Nantinya produk UMKM bisa dititipkan di koperasi. Selain itu, distribusi kebutuhan pokok maupun barang subsidi pemerintah seperti pupuk dan LPG bisa lebih sederhana dan harganya lebih terjangkau,” benernya.

Menurut Gilar, Desa Bergas Kidul memiliki banyak sentra UMKM yang telah berjalan, mulai dari usaha keripik, pertanian, hingga peternakan.

“Seluruh potensi tersebut akan difasilitasi koperasi, termasuk penjualan hasil panen agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas,” urainya.

Saat ini, Kopdes Merah Putih Bergas Kidul telah memiliki sekitar 200 anggota. Besaran iuran pokok ditetapkan Rp100 ribu dan iuran wajib Rp10 ribu per bulan. Anggota koperasi nantinya akan mendapatkan manfaat berupa Sisa Hasil Usaha (SHU) yang besarannya disesuaikan dengan tingkat keaktifan masing-masing anggota.

“Sekarang kami fokus pada branding agar saat launching nanti masyarakat sudah mengenal koperasi ini dan pengelolaannya bisa langsung berjalan optimal,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik