URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Semarang memperingati Hari Pers Nasional 2026 di ruang wartawan Kantor Bupati Semarang, Rabu (11/2/2026). Kegiatan dihadiri Bupati Ngesti Nugraha, Wakil Bupati, Kapolres, dan DPRD. Peringatan digelar untuk mengapresiasi peran pers dalam menyampaikan informasi, edukasi kebencanaan, serta menjalankan fungsi kontrol sosial melalui sinergi dan komunikasi yang erat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Peringati HPN 2026, Bupati Semarang: Pers Mitra Strategis Pembangunan dan Mitigasi Bencana

Peringati HPN 2026, Bupati Semarang: Pers Mitra Strategis Pembangunan dan Mitigasi Bencana

Peringati HPN 2026, Bupati Semarang: Pers Mitra Strategis Pembangunan dan Mitigasi Bencana

FKWKS menyelenggarakan peringatan HPN Tahun 2026 secara sederhana di ruang wartawan, kompleks Kantor Bupati Semarang di Ungaran, Rabu (11/2/2026). Foto: IST

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Semarang (FKWKS) menyelenggarakan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 secara sederhana di ruang wartawan, kompleks Kantor Bupati Semarang, Rabu (11/2/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Wakil Bupati Nur Arifah, Ketua DPRD Bondan Marutohening, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, serta beberapa perwakilan Organisasi Perangkat Daerah.

Dalam sambutannya, Ngesti Nugraha mengucapkan selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh insan pers, khususnya wartawan yang bertugas di Kabupaten Semarang. Ia mengapresiasi peran media yang selama ini membantu pemerintah daerah dalam menyampaikan berbagai informasi dan kebijakan kepada masyarakat.

“Semoga teman-teman media dan wartawan yang selama ini telah banyak membantu pemerintah daerah dalam mempublikasikan dan menyiarkan berita-berita yang baik dapat terus menjaga kualitas daerah, khususnya terkait kebijakan-kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Menurut Ngesti, peran pers tidak hanya menyampaikan hal-hal positif, tetapi juga memberikan kritik dan masukan yang membangun. Ia mencontohkan laporan mengenai jalan rusak atau persoalan lain yang disampaikan media dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

“Kalau ada jalan rusak dan disampaikan oleh teman-teman media, kami akan berusaha menindaklanjuti. Kritik yang membangun tentu sangat kami butuhkan,” katanya.

Ngesti juga menekankan pentingnya peran media dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama terkait informasi yang mendesak seperti kebencanaan. Di tengah meningkatnya potensi bencana seperti angin puting beliung, banjir, tanah longsor, dan rumah roboh, informasi dari BMKG maupun instansi terkait yang disebarluaskan media dinilai sangat membantu upaya kewaspadaan dan percepatan penanganan di lapangan.

“Melalui bantuan teman-teman media, informasi kebencanaan bisa cepat sampai ke masyarakat sehingga membantu percepatan penanganan bagi warga yang membutuhkan,” tambahnya.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy juga menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional kepada rekan-rekan pers. Ia menilai komunikasi dan koordinasi antara Polres Semarang dan insan pers selama ini telah terjalin dengan baik.

“Harapan kami ke depan komunikasi dan koordinasi bisa semakin erat, sehingga bersama-sama kita dapat memberikan edukasi kepada masyarakat dengan lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia HPN 2026 FKWKS, Moh. Kundori, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung kinerja jurnalis di Kabupaten Semarang. Ia menegaskan bahwa meskipun menjalin hubungan baik dengan para pejabat, insan pers tetap menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Kami tetap menjalankan fungsi kontrol sosial, terutama terhadap kebijakan yang dianggap tidak pro rakyat. Namun dalam setiap masukan dan kontrol, kami juga berupaya menyajikan solusi,” tegasnya. (win)

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved