URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Penerapan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dikeluhkan warga karena dinilai membebani jelang Lebaran. Keluhan disampaikan Setiyono dan dijawab Kepala UPPD Samsat Ungaran, Dwi Aseanto. Peristiwa terjadi di Kabupaten Semarang, khususnya UPPD Samsat Ungaran, Kamis (19/2/2026). Warga mengira ada kenaikan tarif, padahal diskon 2025 berakhir. Samsat menjelaskan tarif tetap 1,05 persen sesuai aturan dan mengimbau masyarakat tetap taat pajak.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Opsen PKB Dikeluhkan Warga, Samsat Ungaran Pastikan Tarif Jateng Masih Lebih Rendah

Opsen PKB Dikeluhkan Warga, Samsat Ungaran Pastikan Tarif Jateng Masih Lebih Rendah

Opsen PKB Dikeluhkan Warga, Samsat Ungaran Pastikan Tarif Jateng Masih Lebih Rendah

Warga mengantre untuk membayar PKB di UPPD Samsat Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (19/2/2026). Foto: win
Warga mengantre untuk membayar PKB di UPPD Samsat Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (19/2/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Penerapan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menuai keluhan dari sejumlah warga Kabupaten Semarang. Salah satunya disampaikan Setiyono, warga Kecamatan Bergas, yang mengaku keberatan dengan kenaikan pajak kendaraannya. Ia menyebut, pajak sepeda motor miliknya tahun 2021 mengalami kenaikan dari Rp337 ribu menjadi Rp419 ribu.

“Sebetulnya kami juga berat, apalagi nanti mau Lebaran. Harapannya ke depan tidak ada kenaikan lagi sehingga kami tidak dibebani. Kalau pajaknya naik, ya fasilitas seperti jalan juga harus bagus supaya kami nyaman,” ujarnya ditemui usai membayar PKB tahunan di UPPD Samsat Ungaran, Kamis (19/2/2026).

Ia berharap kebijakan pajak lebih berpihak kepada masyarakat kecil. “Kalau pemilik mobil mewah monggo, tapi kami ini rakyat kecil,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPPD Samsat Ungaran, Dwi Aseanto, menjelaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif PKB pada 2026. Menurutnya, yang terjadi adalah berakhirnya program diskon yang sebelumnya diberikan pada awal 2025.

“Tarif PKB sudah diterapkan sejak 2025. Waktu Januari sampai Maret 2025 ada diskon ‘Merah Putih’ sekitar 13,94 persen sehingga tidak terasa ada kenaikan. Tahun ini memang tidak ada diskon, jadi terlihat naik,” jelasnya.

Ia menerangkan, berdasarkan Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD), besaran opsen ditetapkan 66 persen dari tarif PKB yang berlaku. Untuk Provinsi Jawa Tengah, tarif PKB ditetapkan 1,05 persen, lebih rendah dari batas maksimal 1,2 persen.

“Kalau dibandingkan dengan daerah lain, Jawa Tengah masih lebih rendah. Jawa Timur 1,20 persen, Jawa Barat sebelumnya 1,75 persen, dan DKI Jakarta sudah 2 persen. Jadi sebenarnya pajak kendaraan di Jawa Tengah relatif lebih murah,” katanya.

Dwi menegaskan, pada 2026 tidak ada kenaikan tarif PKB. “Insyaallah tidak ada kenaikan tarif, karena sudah disesuaikan sejak 2025,” tegasnya.

Terkait isu boikot pembayaran pajak kendaraan bermotor, ia menyebut hingga saat ini belum terlihat dampak signifikan di Kabupaten Semarang.

“Alhamdulillah belum terlihat. Kami mengimbau masyarakat tetap taat membayar pajak karena manfaatnya bukan hanya untuk infrastruktur jalan, tetapi juga untuk kesehatan, pendidikan gratis, dan pelayanan publik lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, pendapatan pajak daerah telah diatur peruntukannya dan tidak seluruhnya dialokasikan untuk pembangunan jalan. Dari sisi pelayanan, rata-rata jumlah objek pajak yang membayar di wilayah Ungaran mencapai sekitar 1.500 objek per hari, terutama pada awal bulan. Layanan Samsat di Ungaran meliputi satu Samsat Induk, satu Samsat Cepat, lima gerai di Tengaran, Mal Pelayanan Publik (MPP), Sumowono, Bergas, dan Ambarawa, serta tiga Samsat Keliling yang beroperasi Senin hingga Sabtu.

“Target 2026, penerimaan PKB di Kabupaten Semarang ditargetkan sekitar Rp147 miliar dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sekitar Rp67 miliar,” lanjutnya.

Sementara itu, kebijakan pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk kendaraan bekas disebut turut berdampak pada peningkatan mutasi kendaraan masuk ke Jawa Tengah.

“Mutasi kendaraan yang masuk pada Januari hingga pertengahan Februari 2026 ada 351 kendaraan, sedangkan yang keluar ada 212 kendaraan,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Impactful Regional Leadership pada ajang Solopos Best Brand & Innovation Award 2026 di The Alana Solo, Kabupaten Karanganyar, Jumat (17/7/2026). Penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas kepemimpinannya dalam mendorong investasi, memperluas lapangan kerja, memperkuat UMKM, serta mewujudkan pembangunan kolaboratif yang berdampak bagi masyarakat Jawa Tengah.
Investasi Tumbuh, UMKM Menguat, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Pernyataan itu disampaikan di hadapan para Ketua PCNU se-Jawa Tengah saat Silaturahim PCNU di Salatiga, Rabu (15/7/2026), sebagai ikhtiar memperkuat persatuan organisasi dan menghadirkan kepemimpinan yang berdaulat, bermartabat, serta bermanfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Silaturahim Bersama PCNU se-Jawa Tengah, Gus Rozin Nyatakan Siap Maju pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta