URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
SMKN 1 Bawen mengekspor edamame ke Jepang melalui kerja sama industri sebagai bagian pembelajaran berbasis produksi, Kamis (23/4/2026). Program di lahan 3 hektare ini melibatkan 400 siswa dan dikembangkan sejak empat bulan terakhir untuk memenuhi permintaan pasar sekaligus mencetak lulusan berdaya saing global.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Edamame SMKN 1 Bawen Tembus Ekspor Jepang

Edamame SMKN 1 Bawen Tembus Ekspor Jepang

Edamame SMKN 1 Bawen Tembus Ekspor Jepang

Siswa SMKN 1 Bawen memanen kedelai edamame di lahan setempat untuk diekspor ke Jepang, Kamis (23/4/2026). Foto: win
Siswa SMKN 1 Bawen memanen kedelai edamame di lahan setempat untuk diekspor ke Jepang, Kamis (23/4/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — SMK Negeri 1 Bawen mencatat langkah baru dengan mengekspor kedelai edamame ke Jepang melalui kerja sama dengan industri. Program ini menjadi bagian dari penguatan pembelajaran berbasis produksi sekaligus upaya menghidupkan kembali prestasi sekolah.

Kepala SMKN 1 Bawen, Farida Fahmalatif menjelaskan, pengembangan edamame dilakukan di lahan seluas 3 hektare dan telah memasuki tahap produksi massal. Hasil panen tidak hanya digunakan sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga telah menembus pasar ekspor bekerjasama dengan industri. Dalam kurun empat bulan terakhir, kolaborasi tersebut berhasil membawa edamame SMKN 1 Bawen masuk pasar Jepang.

“Awalnya masih uji coba, sekarang sudah massal. Edamame yang dihasilkan langsung diekspor ke Jepang melalui kerja sama dengan industri,” jelasnya di sela acara SMK Saba Gumregah, Kamis (23/4/2026).

Program ini melibatkan ratusan siswa sebagai bagian dari pembelajaran praktik. Dari total 2.300 siswa, sekitar 400 siswa terlibat langsung dalam pengelolaan sektor pertanian dan peternakan sekolah.

“Selain edamame, kami juga mengembangkan berbagai komoditas lain seperti selada, kacang merah, hingga peternakan ayam pedaging,” lanjutnya.

Dari sejumlah komoditas tersebut, edamame menjadi unggulan karena memiliki nilai ekspor dan permintaan pasar yang tinggi. Melalui program ini, sekolah tidak hanya menekankan hasil produksi, tetapi juga proses pembelajaran dari hulu ke hilir, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga pemasaran.

“Harapan kami, keberhasilan ekspor edamame ini menjadi langkah awal bagi SMKN 1 Bawen untuk kembali menjadi sekolah percontohan dan mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat global,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara