KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Tumbuhkan Nilai Spiritual, Ribuan Pelajar Lintas Agama Doakan Kemajuan Kabupaten Semarang

Tumbuhkan Nilai Spiritual, Ribuan Pelajar Lintas Agama Doakan Kemajuan Kabupaten Semarang

Tumbuhkan Nilai Spiritual, Ribuan Pelajar Lintas Agama Doakan Kemajuan Kabupaten Semarang

Ratusan pelajar SD dan SMP mengikuti tadarus bersama dalam rangka HUT Kabupaten Semarang ke-505, Hari Kartini, dan Hari Pendidikan Nasional di Masjid Agung Al Mabrur Sidomulyo, Ungaran Timur, Rabu (29/4/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | SEMARANG — Ratusan pelajar SD dan SMP di Kabupaten Semarang mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur’an di Masjid Agung Al Mabrur Sidomulyo, Ungaran Timur, Rabu (29/4/2026). Bersamaan dengan itu, doa bersama lintas agama juga digelar serentak di sejumlah sekolah. Kegiatan ini melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Semarang ke-505, Hari Kartini, serta momentum Hari Pendidikan Nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, M Taufiqur Rahman, mengatakan kegiatan tersebut diikuti pelajar lintas agama dengan bentuk ibadah masing-masing.

“Hari ini kegiatannya pelajar Kabupaten Semarang bertadarus dan berdoa bersama. Yang muslim itu kegiatannya tadarus, yang non-muslim beribadah bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan terpusat untuk pelajar muslim digelar di Masjid Agung Al Mabrur dengan jumlah peserta mencapai 505 siswa. Masing-masing siswa membaca satu juz Al-Qur’an dengan pendampingan guru.

“Yang tersentral di kabupaten, yang muslim di Masjid Agung, hadir 505 anak masing-masing membaca satu juz. Dengan guru dari masing-masing sekolah, total yang di sini sekitar 800-an,” jelasnya.

Selain di tingkat kabupaten, kegiatan serupa juga dilaksanakan di masing-masing kecamatan dan sekolah, khususnya jenjang SMP. Sementara itu, pelajar non-muslim juga menggelar ibadah bersama di lokasi berbeda.

“Yang non-Islam, yang Kristiani di SMA Masehi Madi Rahayu kurang lebih 200 orang. Ini juga sama, di satuan pendidikan lainnya seperti Buddha juga berdoa, semuanya hari ini berdoa,” tambahnya.

Menurut Taufiq, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan nilai spiritual sekaligus mendoakan kemajuan Kabupaten Semarang.

“Harapannya dalam rangka HUT ke-505 Kabupaten Semarang, mudah-mudahan semakin maju. Dalam rangka Hari Kartini, kaum perempuan semakin berkembang, dan di Hari Pendidikan, pendidikan di Kabupaten Semarang semakin optimal,” tandasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
[pekok2]