KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Atasi Krisis Regenerasi Petani, Dispertanikap dan Disdikbudpora Kabupaten Semarang Luncurkan Program Penyuluh Masuk Sekolah

Atasi Krisis Regenerasi Petani, Dispertanikap dan Disdikbudpora Kabupaten Semarang Luncurkan Program Penyuluh Masuk Sekolah

Atasi Krisis Regenerasi Petani, Dispertanikap dan Disdikbudpora Kabupaten Semarang Luncurkan Program Penyuluh Masuk Sekolah

Murid SDN Beji 01, Ungaran Timur menanam cabai di dalam polybag sebagai salah satu kegiatan penyuluh pertanian masuk sekolah beberapa waktu lalu. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang menggandeng Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) untuk mengenalkan dunia pertanian kepada pelajar melalui program Penyuluh Masuk Sekolah dan Sekolah Pangan Lestari. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), beberapa waktu lalu.

Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang Moh Edy Soekarno mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan literasi pertanian sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian melalui kegiatan praktik yang menyenangkan di sekolah. Menurutnya, langkah itu menjadi penting karena Kabupaten Semarang menghadapi ancaman krisis sumber daya manusia (SDM) petani. Berdasarkan data yang dimiliki, sebanyak 77,6 persen petani berusia di atas 45 tahun, sementara petani milenial hanya tersisa 11,8 persen.

“Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) di Kabupaten Semarang dalam satu dekade berkurang 10,27 persen. Artinya setiap tahun jumlah petani berkurang lebih dari satu persen, sementara jumlah penduduk terus bertambah,” ujar Edy saat dikonfirmasi di Ungaran, Rabu (24/6/2026).

Ia menegaskan, jika tidak ada upaya serius untuk menyiapkan generasi penerus, kondisi tersebut dapat mengancam ketahanan pangan daerah di masa mendatang. Karena itu, para penyuluh pertanian akan diterjunkan ke sekolah-sekolah dasar dan menengah pertama untuk memberikan edukasi pertanian.
Edy menilai rendahnya minat generasi muda terhadap pertanian dipengaruhi perubahan pola pikir masyarakat.

“Pertanian masih kerap dipandang sebagai pekerjaan yang kotor dan kurang menjanjikan, padahal sektor tersebut memiliki prospek yang baik karena menjadi kebutuhan yang tidak pernah hilang,” lanjutnya.

Selain menyasar pelajar sekolah, Dispertanikap juga terus menjalankan program Sekolah Tani Milenial. Tahun ini tersedia tujuh paket pelatihan bagi pemuda usia 15 hingga 39 tahun yang mencakup keterampilan budidaya pertanian organik, kewirausahaan agribisnis hingga pemasaran digital.

Sementara itu, Plt Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang M Taufiqur Rahman menyebut program tersebut sangat strategis karena belum pernah diterapkan sebelumnya di lingkungan sekolah.
Menurutnya, selain mendukung ketahanan pangan, program itu juga dapat membentuk karakter peserta didik, terutama dalam aspek kemandirian dan kewirausahaan.

“Kami berharap program ini masuk dalam kegiatan kokurikuler sehingga menjadi bagian dari kurikulum sekolah. Dengan begitu materi dan target pembelajaran dapat tersusun lebih teratur dan memiliki landasan yang lebih kuat,” katanya.

Taufiq menjelaskan implementasi program dapat dilakukan melalui kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler. Namun, pihaknya lebih mendorong skema kokurikuler karena memiliki alokasi waktu yang jelas dan tercantum dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

“Program ini nantinya dapat diterapkan di sekolah negeri maupun swasta dengan menyesuaikan kesiapan sekolah serta ketersediaan tenaga penyuluh pertanian lapangan (PPL). Harapan kami, penyusunan materi dan kurikulum dapat segera dilakukan sehingga program dapat mulai diterapkan pada tahun ajaran baru mendatang,” tandasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
[pekok2]