RASIKAFM.COM | GETASAN – Sedikitnya 111 siswa dari SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang, belum lama ini.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 72 siswa SD School of Life Lebah Putih dan 39 siswa SMP Arunika. Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kemah dikemas bukan sekadar sebagai kegiatan Pramuka, tetapi sebagai ruang belajar bagi anak untuk mengalami secara langsung berbagai keterampilan hidup.
Di tengah alam, siswa belajar mendirikan tenda, memasak, bekerja dalam kelompok, menyelesaikan tantangan, menjelajah lingkungan, hingga berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka.
Empat kemampuan utama yang menjadi fokus dalam kegiatan ini adalah, kemandirian, kerja sama, problem solving, dan critical thinking.
Salah satu kegiatan yang paling dinantikan adalah Jelajah Alam dan Misi, ketika siswa diajak menyusuri lingkungan sekitar bumi perkemahan, melewati hutan jeruk dan ladang jagung untuk menemukan sejumlah pos tersembunyi.
Di setiap pos, siswa menghadapi tantangan yang berbeda. Mereka harus bekerja sama untuk menyelesaikan misi, mulai dari tantangan panorama, spider web, merangkak, hingga berbagai permainan lainnya yang menguji strategi, komunikasi, keberanian, dan kekompakan kelompok.
Tantangan tersebut tidak dirancang hanya untuk menguji kekuatan fisik. Siswa perlu menentukan strategi, membagi peran, mendengarkan anggota kelompok, dan mencari solusi ketika rencana yang dibuat tidak berjalan sesuai harapan.
Selain aktivitas fisik dan tantangan kelompok, siswa SMP Arunika juga mendapatkan ruang untuk membicarakan hal-hal yang dekat dengan kehidupan remaja.
Kak Ian dari Flourish membuka ruang diskusi mengenai tema cinta yang sedang banyak menjadi pembahasan di kalangan remaja Arunika.
Melalui sesi ini, siswa diajak memahami perasaan, relasi, dan berbagai dinamika yang mereka alami sebagai remaja melalui percakapan yang aman dan terbuka.
“Kemahnya seru banget! Aku suka nginep bareng teman-teman dan melewati pos-pos main,” kata Laksamana, siswa kelas Nimbo, School of Life Lebah Putih.
Sementara itu, Kidung, siswa kelas Pavo Arunika, mengatakan bahwa pengalaman kemah membuatnya mendapatkan berbagai keterampilan baru.
“Kami belajar skill baru mulai dari mendirikan tenda, masak, sampai sharing skill tentang bertahan hidup di alam,” ujarnya.
Kegiatan tersebut membuat siswa belajar melalui pengalaman langsung. Mereka tidak hanya diberi tahu bagaimana melakukan sesuatu, tetapi diberi kesempatan untuk mencoba, mengalami kesulitan, berdiskusi, melakukan kesalahan, dan menemukan cara untuk menyelesaikannya.









