RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan

Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan

Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan

Taj Yasin, Wakil Gubernur Jawa Tengah

SEMARANG — Upaya memastikan makanan yang dibagikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya menjadi tanggung jawab tim dapur. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga harus berani memastikan langsung makanan yang akan dikonsumsi penerima manfaat.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menanggapi kejadian Kepala SPPG Jati, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, yang mengalami mual dan muntah setelah mencicipi menu MBG.

Taj Yasin yang juga Ketua Tim Percepatan MBG Jawa Tengah justru mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, tindakan mencicipi makanan sebelum didistribusikan menunjukkan adanya tanggung jawab untuk memastikan makanan yang diberikan benar-benar aman.

“Kalau dilakukan seperti itu artinya bertanggung jawab. Kita apresiasi,” kata Taj Yasin di Kantor Pemprov Jawa Tengah, Jumat (14/8/2026).

Ia menegaskan, kejadian tersebut menjadi bagian dari evaluasi untuk memperkuat pengawasan kualitas makanan MBG. Setiap makanan yang dinilai tidak layak konsumsi harus segera ditangani dan tidak boleh sampai dibagikan kepada penerima manfaat.

Taj Yasin mengatakan, program MBG tetap berjalan. Namun, pelaksanaannya harus terus diperbaiki, terutama menyangkut pengawasan menu, prosedur penyajian, serta kewenangan masing-masing pihak.

“MBG tetap berjalan, akan tetapi tetap pada perbaikan. Kalau ada kesalahpahaman, penyalahgunaan, atau kewenangan terkait menu yang tidak layak dikonsumsi, apalagi sampai menyebabkan keracunan, akan kita tindak bersama,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala SPPG Jati, Abra Yodha Raya, mencicipi menu ayam rempah setelah mendapat laporan dari tim dapur mengenai aroma makanan yang mencurigakan, Rabu (12/8/2026).

Setelah dicicipi, Abra mengaku mengalami mual hingga muntah. Menu ayam tersebut kemudian tidak jadi dibagikan dan langsung dibuang karena dinilai tidak layak dikonsumsi.

Bagi Pemprov Jawa Tengah, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa keberlangsungan program MBG harus dibarengi dengan pengawasan ketat. Keamanan dan kelayakan makanan menjadi bagian penting agar tujuan program pemenuhan gizi bagi masyarakat tetap tercapai.

BACA JUGA :

Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran