RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Bendungan Jragung Mulai Diisi, Bupati Semarang Dorong Pemanfaatan untuk Sektor Intanpari

Bendungan Jragung Mulai Diisi, Bupati Semarang Dorong Pemanfaatan untuk Sektor Intanpari

Bendungan Jragung Mulai Diisi, Bupati Semarang Dorong Pemanfaatan untuk Sektor Intanpari

Pengisian air awal (impounding) Bendungan Jragung seluas lebih kurang 500 hektare di Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang mulai dilakukan dan ditargetkan rampung dalam kurun waktu satu tahun. Foto: IG abiprayajragung

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengusulkan agar Kabupaten Semarang mendapatkan alokasi air dari Bendungan Jragung sebesar 300 liter per detik. Air tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di sektor industri, pertanian, dan pariwisata (intanpari).

Bendungan Jragung berada di Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Saat ini, proses pengisian bendungan mulai dilakukan setelah pintu bendungan ditutup. Ngesti mengatakan, jika proses pengisian berjalan lancar, Bendungan Jragung ditargetkan dapat terisi penuh dalam waktu sekitar satu tahun.

“Targetnya kalau nanti lancar itu sekitar satu tahun Bendungan Jragung bisa penuh,” kata Ngesti.

Menurutnya, keberadaan bendungan tersebut harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Semarang sebagai daerah tempat bendungan berada. Karena itu, pihaknya telah mengusulkan kepada Kepala BBWS Pemali Juana agar Kabupaten Semarang mendapatkan alokasi air sekitar 300 liter per detik.

“Kabupaten Semarang kami mengusulkan 300 liter per detik yang nantinya bisa membantu masyarakat di sekitar sana,” ujarnya.

Ngesti menyebut sejumlah wilayah yang diharapkan mendapat manfaat antara lain Kecamatan Pringapus, Bergas, dan Ungaran Timur. Selain untuk kebutuhan air bersih, pasokan tersebut diharapkan mendukung kawasan permukiman, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), hingga pengembangan industri.

“Di beberapa desa juga ada yang kekurangan air, baik di Kecamatan Pringapus, Bergas, maupun Ungaran Timur,” jelasnya.

Selain kebutuhan air, Bendungan Jragung juga diproyeksikan memberikan manfaat untuk sektor pertanian. Air dari bendungan nantinya juga dapat mendukung irigasi, termasuk memasok kebutuhan air ke wilayah Grobogan, Demak, dan Kota Semarang.

“Yang utama air bersih. Yang kedua kalau pengairan,” katanya.

Ngesti berharap keberadaan Bendungan Jragung tidak hanya menjadi infrastruktur penyedia air, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Pemkab Semarang, kata dia, mendorong agar kawasan sekitar bendungan dikembangkan sebagai destinasi pariwisata.

“Kita berharap di sekitar waduk itu juga dikembangkan pariwisata,” ujarnya.

Dalam pengembangan wisata tersebut, Ngesti secara khusus meminta agar Desa Candirejo mendapat prioritas. Sebab, desa tersebut berada di lokasi bendungan sehingga diharapkan ikut merasakan manfaat ekonomi dari pengembangan kawasan wisata.

“Kami memohon kepada Pak Kepala BBWS untuk memprioritaskan Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, dalam rangka pengembangan pariwisata di sana,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
PMI Kabupaten Semarang menargetkan penggalangan Bulan Dana 2026 mencapai Rp1,75 miliar, naik sekitar Rp400 juta dari capaian tahun sebelumnya. Target tersebut ditetapkan di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Panitia akan menerapkan strategi kreatif agar penggalangan dana tidak membebani masyarakat, dengan melibatkan ASN, perusahaan, dan masyarakat umum.
Situasi Ekonomi Belum Stabil, PMI Kabupaten Semarang Kejar Target Bulan Dana Rp1,75 Miliar
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana