KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang

Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang

Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang

SEMARANG – Jangan tertipu dengan sebutannya. Meski disebut lahan kosong, kawasan yang dipenuhi ilalang dan rumput kering di Kota Semarang justru menjadi salah satu titik rawan kebakaran.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 413 kejadian kebakaran yang ditangani Damkar pada periode yang sama.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, S.H., mengatakan, kebakaran lahan kosong mengalami peningkatan dan menjadi salah satu kejadian yang cukup sering ditangani petugas.

Lahan yang dipenuhi ilalang, rumput kering dan sampah menjadi lokasi yang mudah terbakar, terutama ketika kondisi cuaca panas dan angin bertiup.

Namun, faktor cuaca bukan satu-satunya persoalan.

Tantri mengatakan, aktivitas manusia juga menjadi pemicu sejumlah kebakaran. Salah satu kasus terbaru terjadi di kawasan PUC Semarang. Berdasarkan informasi yang diterima petugas, lahan tersebut dibakar oleh seseorang setelah terlibat perselisihan dengan petugas keamanan.

Api membutuhkan waktu cukup lama untuk ditangani karena petugas menghadapi kendala akses menuju titik kebakaran.

Akses menjadi salah satu masalah utama Damkar saat menangani kebakaran lahan kosong.

Mobil pemadam tidak selalu bisa mendekati titik api. Akibatnya, petugas harus menggelar selang hingga ratusan meter. Semakin jauh titik api dari kendaraan, semakin lama pula proses pemadaman.

Ketersediaan sumber air juga menentukan kecepatan penanganan.

Jika terdapat sungai atau sumber air lain yang bisa digunakan dengan pompa portabel, pemadaman dapat berlangsung lebih cepat. Sebaliknya, ketika suplai air terhenti, api dapat terus menyebar, terutama jika tertiup angin.

Tantri mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kebakaran di lahan kosong.

Kebakaran yang jauh dari permukiman memang tidak selalu langsung mengancam bangunan. Namun, asapnya dapat mengganggu masyarakat. Api juga bisa meluas ketika kondisi lahan kering dan angin cukup kuat.

Karena itu, Damkar meminta pemilik maupun pengelola lahan kosong menjaga kebersihan dan kondisi lahannya.

Pembakaran sampah juga harus dihindari, karena api yang awalnya kecil dapat membesar dan menjalar ke rumput atau ilalang di sekitarnya.

Damkar juga telah meminta camat dan lurah ikut mengingatkan masyarakat, termasuk RT dan RW, agar memantau lahan kosong yang tidak terawat.

Bagi masyarakat yang menemukan api masih kecil dan berada dalam kondisi aman, pemadaman awal dapat dilakukan menggunakan alat sederhana. Namun jika api sudah membesar, warga diminta tidak mengambil risiko dan segera melaporkannya kepada Damkar.

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
[pekok2]