KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Rp112 Miliar Ganti Rugi Tol Jogja-Bawen Disulap Jadi Fasilitas Publik di Bawen, Ditarget Rampung Februari 2027

Rp112 Miliar Ganti Rugi Tol Jogja-Bawen Disulap Jadi Fasilitas Publik di Bawen, Ditarget Rampung Februari 2027

Rp112 Miliar Ganti Rugi Tol Jogja-Bawen Disulap Jadi Fasilitas Publik di Bawen, Ditarget Rampung Februari 2027

Ground breaking pembangunan RTH, gedung kelurahan Bawen, balai RW, dan gedung sekolah di lahan pengganti kawasan terdampak Tol Yogyakarta-Bawen mulai dilaksanakan, Jumat (18/9/2026). Pekerjaan ini ditargetkan rampung pada Februari 2027. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Uang ganti kerugian aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang yang terdampak pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen senilai sekitar Rp112 miliar dimanfaatkan untuk membangun berbagai fasilitas publik. Di antaranya kantor Kelurahan Bawen, ruang terbuka hijau (RTH), balai RW, serta gedung TK dan SD yang terdampak pembangunan jalan tol.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, pemanfaatan uang ganti kerugian aset daerah dilakukan dalam bentuk pembangunan tanah dan bangunan pengganti, bukan diterima dalam bentuk uang tunai.

“Tanah aset Pemda yang terkena dampak jalan tol tahap pertama ini ganti ruginya sekitar Rp112 miliar. Nilai itu kita gunakan untuk penggantian lapangan, RTH, pembangunan kantor kelurahan, sekolah SD dan TK, balai RW, termasuk ruang terbuka publik,” kata Ngesti usai pelaksanaan ground breaking pembangunan fasilitas tersebut di Bawen, Jumat (18/9/2026).

Selain untuk pembangunan fasilitas di Bawen, sebagian dana tersebut telah digunakan untuk perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Blondo. Pemkab Semarang juga tengah memproses rencana pembelian tanah di kawasan Gembol. Menurut Ngesti, pembangunan fasilitas pengganti di Bawen terdiri dari dua paket utama. Paket pertama meliputi kantor dan gedung serbaguna Kelurahan Bawen serta RTH dan ruang terbuka publik dengan nilai sekitar Rp23,7 miliar.

Sedangkan paket kedua mencakup pembangunan TK Tunas Bakti 1, SDN Bawen 1, dan balai RW Bawen dengan nilai sekitar Rp15,9 miliar.

“Semua pelaksanaannya dilakukan oleh PU Jasa Marga. Pemerintah daerah menerima bangunannya setelah jadi,” ujarnya.

Ngesti meminta Dinas Pekerjaan Umum serta pemerintah kelurahan dan pengurus RW ikut mengawasi proses pembangunan. Pengawasan diperlukan agar fasilitas yang nantinya diserahkan kepada Pemkab Semarang memenuhi standar mutu dan spesifikasi yang telah ditentukan.

“Karena nanti sebelum diserahkan kepada pemerintah daerah juga harus ada jaminan bahwa bangunannya betul-betul sesuai dengan spek yang ada,” tegasnya.

Ngesti mengatakan, RTH dan ruang terbuka publik yang dibangun nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan, mulai olahraga, jalan sehat, kuliner hingga ruang bermain anak.

“Kalau kontraknya betul-betul sesuai dan tepat waktu, selesainya tanggal 26 Februari 2027. Insyaallah nanti akan kita pakai untuk peringatan Hari Jadi Kabupaten Semarang tahun 2027,” katanya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Jogja-Bawen ruas Kabupaten Semarang-Temanggung, M Fajri Lukman, mengatakan penggantian aset Pemkab Semarang dilaksanakan dalam bentuk tanah dan bangunan pengganti. Untuk tanah pengganti, pihaknya telah menyelesaikan proses sertifikasi. Sebanyak 35 sertifikat hak pakai atas nama Pemkab Semarang telah terbit dan siap untuk dilakukan serah terima.

“Uang ganti kerugian diberikan dalam bentuk tanah atau bangunan pengganti sehingga memang tidak diberikan dalam bentuk uang,” jelas Fajri.

Ia menjelaskan, pembangunan bangunan pengganti dilaksanakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), yakni PT Jasa Marga Jogja-Bawen melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa di BUMN.

Total pekerjaan yang dikerjakan dalam tiga paket tersebut mencapai Rp40,26 miliar. Paket A senilai Rp23,76 miliar, Paket B Rp15,92 miliar, sedangkan Paket C berupa pengawasan teknik senilai Rp576,89 juta.

“Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu delapan bulan, terhitung sejak 30 Juni 2026 hingga 26 Februari 2027,” ucapnya.

Di sisi lain, Fajri menyampaikan pembangunan fisik Jalan Tol Jogja-Bawen Seksi 6 yang menghubungkan Bawen-Ambarawa telah mencapai 100 persen.

“Untuk kegiatan pembangunan jalan tol Seksi 6 saat ini sudah mencapai 100 persen untuk fisiknya, dari Bawen sampai Ambarawa. Sudah dilaksanakan uji laik fungsi dan insyaallah direncanakan beroperasi pada akhir tahun 2026,” ungkapnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
[pekok2]