URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Teror Lempar Batu, Kasatreskrim: Indikasi Pelaku Lebih Dari Satu dan Terorganisir

Teror Lempar Batu, Kasatreskrim: Indikasi Pelaku Lebih Dari Satu dan Terorganisir

Teror Lempar Batu, Kasatreskrim: Indikasi Pelaku Lebih Dari Satu dan Terorganisir

featured-img

Salah satu truk yang menjadi sasaran aksi lempar batu di kawasan Bawen beberapa waktu lalu. (Foto/dok Rasika)

UNGARAN – Aksi pelemparan batu terhadap kendaraan yang melintas di wilayah Kabupaten Semarang masih terus terjadi. Data yang berhasil dihimpun, hingga Selasa (15/6/2021) kembali terjadi aksi serupa di kawasan Jambu, Ambarawa sekira pukul 03.00 dan juga Bawen sekira pukul 05.00.

“Kejadian itu sudah menjadi atensi kami. Koordinasi dengan Jatanras Polda Jawa Tengah juga telah kami lakukan untuk mengungkap pelaku dan jaringannya,” ungkap Kasatreskrim Polres Semarang AKP Tegar Satrio Wicaksono saat dikonfirmasi, Selasa (15/6/2021).

Dijelaskan Tegar, kemungkinan pelaku lebih dari satu orang mengingat rentang waktu peristiwa terjadi tidak begitu lama dan dengan lokasi yang berbeda-beda.

“Indikasi pelaku kemungkinan lebih dari satu orang dan terorganisir jika melihat polanya. Sampai saat ini sudah ada 11 kejadian yang kami selidiki dengan lokasi menyebar di kawasan Ambarawa, Bawen, Bergas dan Ungaran,” jelasnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada para pengguna kendaraan utamanya sopir truk dan sejenisnya untuk menghindari jam rawan jika ingin bepergian.

“Rata-rata waktu kejadian adalah dini hari, yakni antara jam 02.00 hingga jam 06.00 pagi. Oleh karena itu, kami imbau para sopir truk untuk menghindari jam rawan tersebut. Di samping itu, jika ada informasi sekecil apapun mohon laporkan ke kami agar bisa segera kami ungkap,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi pelemparan batu terhadap truk dan kendaraan pribadi marak terjadi di Kabupaten Semarang. Beberapa kendaraan yang melintas Jalan Lingkar Ambarawa (JLA) dan sekitarnya mengalami pecah kaca dan penyok pada bodi mobil akibat aksi itu mengalami pecah kaca, bodi penyok pada mobil hingga menyebabkan luka pada pengemudi. (win)

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan