URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Satpol PP Semarang Bongkar 24 PKL Liar di Simongan

Satpol PP Semarang Bongkar 24 PKL Liar di Simongan

Satpol PP Semarang Bongkar 24 PKL Liar di Simongan

featured-img
 Satpol PP Kota Semarang bongkar 24 bangunan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Jalan Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang pada Senin (28/6/2021).

RASIKAFM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang membongkar 24 bangunan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Jalan Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang pada Senin (28/6/2021).

Hal ini adalah tindak lanjut dari rekom segel pada Senin (24/5/2021) lalu dan dari pihak Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang mengklaim bahwa bangunan tersebut tidak memiliki surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Dari rekom Distaru tanah ini tidak memiliki IMB dan sudah mendapatkan ganti rugi jadi hari ini kita ratakan,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto usai kegiatan.

“21 pedagang sudah menerima tali asih silahkan sisanya mengurus ke pemilik tanah. Karena kalau kami tidak tegas Perda tidak akan jalan,” tambahnya.

Fajar meminta kepada masyarakat untuk menaati aturan Pemerintah yang ada. Mengingat pihaknya adalah bertugas menegakan Perda, maka jika ada masyarakat yang melanggar, Satpol PP akan menindak tegas.

Fajar menyebut pihaknya juga akan membongkar bangunan yang berada di kawasan tersebut. Hal itu juga berkaitan dengan pendirian bangunan di atas tanah milik seseorang.

“Ya mungkin tanah yang berada di belakang minggu depan juga akan dibongkar. Karena juga sudah ada rekom bongkar,” bebernya.

Sementara itu, Ketua PKL Simongan Edi Hermawan mengatakan, sebelum dibongkar, bangunan PKL sudah disegel sejak (24/6) lalu.

Dia menuturkan ada empat pedagang yang bertahan yakni Pak Darpo, Pak Nyoman, dan Pak Mansur mempuntai dua tempat lapak.

Dia mengungkapkan tak mengetahui alasan para PKL itu bertahan. Kini keempat PKL itu diketahui belum menerima tali asih.

“Alasan bertahan saya kurang tau, dari pihak Kuasa Hukum belum menerima tali asih,” imbuhnya. (alv)

BACA JUGA :

Pemerintah Kabupaten Semarang melalui BKUD akan mengoptimalkan pajak parkir toko modern dan ritel setelah pembayaran pengelola dinilai belum sesuai perhitungan volume kendaraan. Kepala BKUD Rudibdo menyampaikan strategi tersebut di Ungaran, Kamis (2/7/2026), melalui sosialisasi kepada pengelola agar fasilitas parkir gratis tetap memenuhi kewajiban pajak sesuai regulasi dan meningkatkan pendapatan asli daerah.
Penerimaan Parkir Toko Modern di Kabupaten Semarang Tak Optimal, Ini Strategi BKUD Kejar Potensi Pajak Parkir
Puluhan remaja Pecinta dan Pelestari Alam Tengaran menebar 1.900 bibit ikan di aliran Sungai Serang, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu (5/7/2026). Aksi yang digagas Ketua RW 02 Dukuh Krajan, Sowam Ahmadi, menggunakan donasi warga untuk memulihkan ekosistem pascapencemaran limbah sekaligus mengedukasi generasi muda agar menjaga kelestarian sungai.
Jaga Kelestarian Alam, Remaja di Tengaran Tebar Ribuan Bibit Ikan di Sungai Serang
Sebanyak 4.000 pelari mengikuti Rupiah Borobudur Playon 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026). Bank Indonesia Jawa Tengah bersama pemerintah daerah menggelar lomba 5K dan 10K untuk menggerakkan sport tourism, UMKM, edukasi rupiah, serta pengendalian inflasi, sekaligus menyalurkan lebih dari Rp600 juta dana pendaftaran bagi pengelolaan sampah di 10 desa sekitar Borobudur.
Semangat Sport Tourism, Ribuan Pelari Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026
M. Iksan (55), warga Pungkursari, Kota Salatiga, merakit Yamaha Vixion 155 cc menjadi Jeep Willys mini berwarna hijau army selama tiga bulan dengan biaya sekitar Rp30 juta. Ia memadukan mesin motor, persneling serta kaki-kaki Daihatsu Zebra, lalu membentuk bodi dari rangka besi dan pelat agar kendaraan dapat digunakan melintasi jalan kota hingga tanjakan Bandungan.
Kreatif! Tukang Cat di Salatiga ini Sulap Motor Yamaha Vixion jadi Jeep Willys Mini
LAZIS Jateng Cabang Salatiga bekerja sama dengan Resta Pendopo KM 456 menggelar Khitan Ceria 2026 bagi 30 anak yatim, piatu, dan dhuafa di Baok, Ujung-Ujung, Pabelan, Kabupaten Semarang, Kamis (2/7/2026). Program tahun ketiga ini memberikan layanan sosial sekaligus mengajak peserta yang memasuki masa baligh meningkatkan ketaatan beribadah dan membiasakan salat lima waktu.
Puluhan Anak ikuti Khitan Ceria 2026 di Resta Pendopo KM 456
Belasan remaja masjid dari Perumahan Taman Manunggal Asri Tugu Bener, Tengaran, menggelar nonton bareng film inspiratif Bilal bin Rabah di Masjid Al Ikhlas, Jumat (3/7/2026). Kegiatan perdana yang digagas Ugema ini diisi salat Magrib dan pembagian doorprize untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengajak pelajar mengisi liburan sekolah dengan aktivitas positif.
Isi Kegiatan Positif Liburan, Belasan Remaja Ugema Nobar Film Bilal

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar