URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Lapas Semarang Salurkan Bansos kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

Lapas Semarang Salurkan Bansos kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

Lapas Semarang Salurkan Bansos kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

featured-img
Program Kumham Peduli dan Kumham Berbagi, Lapas Kelas I Semarang salurkan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarkat dan pegawai yang terdampak Covid-19.

RASIKAFM – Melalui program Kumham Peduli dan Kumham Berbagi, Lapas Kelas I Semarang salurkan bantuan sosial kepada masyarkat dan pegawai yang terdampak Covid-19, Kamis (29/07/2021)

Bantuan sosial yang dibagikan berjumlah 100 paket berupa sembako dan uang tunai ini akan disalurkan kepada masyarakat sekitar Lapas dan petugas yang terdampak Covid 19.

Kegiatan ini dilaksanakan serentak dan terpusat oleh Menkumham Yasonna H. Laoly dan diikuti melalui aplikasi zoom di Aula Merdeka Lapas Kelas I Semarang.

“Kegiatan kita pada hari ini adalah bagian dari kepedulian kepada masyarakat dan saudara kita sesama pegawai yang terpapar Covid-19. Ini merupakan bentuk kepedulian, jiwa sosial, rasa welas asih serta semangat untuk berbagi,” kata Yasonna.

Pemberian bantuan sosial dilakukan secara simbolis dengan mengundang masyarakat sekitar Lapas dan petugas Lapas di Aula Merdeka Lapas Kelas I Semarang.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Semarang Supriyanto mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memupuk jiwa gotong royong sekaligus membangun kepedulian bersama terutama dimasa pandemic ini.

“Untuk mensukseskan kegiatan Kumham peduli dan Kumham berbagi ini marilah kita merenung sejenak, kita saling bahu membahu, saling membantu satu sama lain,” ucap dia.

“Terutama bagi masyarakat yang sangat merasakan dampak dari pandemic Covid-19  ini. Saya berharap kegiatan ini dapat memupuk jiwa sosial kita, jiwa gotong royong kita dan jiwa kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Dia berharap, bantuan sosial yang diberikan ini setidaknya dapat membantu meringankan beban warga yang terdampal pandemi.

“Semoga apa yang kita lakukan pada hari ini dapat membantu meringankan beban mereka yang secara langsung maupun secara tidak langsung terdampak pandemi Covid-19,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan