KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Gapura Dan Taman Vertikal Dari Limbah Plastik Jadi Kado Haornas Salatiga

Gapura Dan Taman Vertikal Dari Limbah Plastik Jadi Kado Haornas Salatiga

Gapura Dan Taman Vertikal Dari Limbah Plastik Jadi Kado Haornas Salatiga

Sejumlah warga saat berfoto didepan gapura yang terbuat dari limbah plastik (Photo: /imam)

Salatiga, RASIKAFM – Kreatifitas masyarakat di Kampung Mrican, Gendongan, Tingkir, Kota Salatiga yang membuat gapura dan taman vertikal dari limbah plastik patut diacungi jempol. Hanya berlangsung beberapa waktu, mereka dengan marathon mengumpulkan sampah plastik yang ada di sekitar lingkungannya. Kemudian, sampah itu dibersihkan dan dibentuk menjadi sebuah gapura dan taman vertikal kampung yang megah dan cantik.

“Masyarakat Kampung Mrican melakukan itu dengan sukarela. Mereka sadar bagaimana menciptakan lingkungannya menjadi bersih dan sehat,” kata Imam Mas Arum, Ketua RW 01 Mrican.

Ide pembuatan gapura dan taman vertikal dari limbah botol plastik itu, diakui Imam berasal dari  masyarakat di lingkungan Mrican sendiri. Mereka memanfaatkan limbah plastik yang biasanya dibuang di jalan oleh warga yang tak sadar lingkungan menjadi suatu kreasi unik dan menarik.

Di samping gapura yang megah, sampah plastik itu juga disulap menjadi media tanam yang beraneka ragam baik dengan tanaman hias maupun pangan. Tanaman tersebut kemudian ditata sedemikian rupa memanfaatkan tembok kosong di sepanjang jalan kampung tersebut. Taman vertikal yang memiliki panjang seluas 244 m2, juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas lainnya. Adapun fasilitas pendukungnya ada poskamling, taman baca anak, media bermain, permainan tradisonal, area pojok refleksi, quotes berbahasa jawa, photoboot/area selfie dan berbagai tanaman, baik toga, hias maupun pangan lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat. Taman dan gapura ini dibuat sepenuhnya dari swadaya masyarakat.

Taman vertikal tersebut diresmikan oleh Wakil Walikota Salatiga Dr. Moh. Haris, S.S., M.Si. Acara peresmian tersebut, dimeriahkan juga dengan senam bersama, ibu-ibu dasawisma warga setempat.
Dalam sambutannya Haris menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya dengan kreatifitas warga Mrican atas ide kreatif dan guyubnya dalam mewujudkan kampung yang indah dan asri, tegasnya. Haris juga menambahkan semoga semangat dan kreatifitas seperti ini dapat menular pada kampung-kampung lainnya di Kota Salatiga.

Taman Vertikal cantik ini memnafaatkan botol bekas dan tembok kosong pembatas kampung
“Sampah plastik itu kan biasanya dibuang begitu saja oleh pengguna jalan yang melintas, sehingga mengotori lingkungan di sini. Tapi masyarakat mampu menyulap sampah itu menjadi hal yang bermanfaat dan akhirnya inisiatifnya dibuat sebagai penghias gapura kampung dan taman mereka,” Imam menerangkan.
Ia berharap apa yang telah dilakukan masyarakat Mrican Kelurahan Gendongan dapat memotivasi masyarakat Kota Salatiga pada umumnya untuk melakukan hal yang sama dalam rangka menciptakan Kota Salatiga menjadi kota bersih yang peduli lingkungan.

Sejumlah anak anak tengah bermain di lingkungan yang asri.

“Apa pun hal positif yang dirancang oleh pemerintah tanpa keterlibatan dan peran serta masyarakat itu mustahil. Sehingga apa yang telah dilakukan masyarakat Mrican Kelurahan Gendongan patut menjadi contoh dan motivasi masyarakat Kota Salatiga lainnya,” harap Imam.

Ia mengaku bangga dengan kreatifitas warganya yang bisa membuat karya cantik dan megah dari limbah plastik ini sebagai bukti dukungan terwujudnya salah satu misi Kota Salatiga, yaitu meningkatkan kualitas penataan ruang dan infrastruktur perkotaan yang berwawasan lingkungan.

“saya sangat bangga dengan apa yang telah dilakukan masyarakat RW 01 Mrican, Gendongan, Tingkir Kota Salatiga. Lingkungan sekitarnya saat ini menjadi bersih dan sangat enak dipandang. Saya pribadi saja sampai ketagihan berkunjung ke lingungan RT yang bergapura limbah tersebut,” tegasnya

Sumber : Ketua RW 01 Mrican

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
[pekok2]