[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Vaksinasi Pelajar di Kabupaten Semarang Tuntas September Ini

Vaksinasi Pelajar di Kabupaten Semarang Tuntas September Ini

Vaksinasi Pelajar di Kabupaten Semarang Tuntas September Ini

Ratusan pelajar menjalani vaksinasi Covid-19 di SMA N 1 Ungaran yang diinisiasi Dinkes Kabupaten Semarang dan Polsek Ungaran, Senin (13/9/2021). (Foto/IST)

UNGARAN – Vaksinsi bagi kalangan pelajar usia 12 -17 tahun di Kabupaten Semarang kembali digelar. Bertempat di SMA N 1 Ungaran, ratusan pelajar menjalani vaksinasi dosis pertama, Senin (13/9/2021).

“Kabupaten Semarang untuk bulan September ini memang terus dikebut percepatan vaksinasi bagi pelajar,” jelas
Kabid pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang Hasti Wulandari.

Dikatakan Hasti, pada bulan September ini akan ada banyak sentra vaksinasi Covid-19 di sekolah- sekolah di Kabupaten Semarang. Selain karena target, stok vaksin dari Dinkes Jateng juga banyak yang datang sehingga harus segera dihabiskan.

“Bahkan nanti Dinkes Kabupaten Semarang juga akan membantu ke sekolah- sekolah dengan jumlah siswa di atas 1.000 disamping vaksinasi melalui puskesmas juga tetap berjalan, baik bagi pelajar sekolah negeri, swasta dan santri,” terangnya.

Plt Kepala Tata Usaha SMAN 1 Ungaran, Budi Santoso menambahkan, jumlah siswa SMAN 1 Ungaran saat ini mencapai 1.200 orang. Namun untuk sasaran vaksinasi kali ini jumlahnya hanya berkisar 700 orang siswa.

“Sekitar 500-an siswa telah melaksanakan vaksinasi di luar program hari ini. Sehingga sisa kuota digunakan
untuk melayani siswa sekolah/ madrasah lain yang ada di lingkungan Kecamatan Ungaran Barat dan Ungaran Timur,” jelas dia.

Sementara Kapolsek Ungaran, AKP Gunawan Wibisono mengatakan, program akselerasi vaksinasi Covid-19 bagi pelajar yang dilaksanakan di SMAN 1 Ungaran menargetkan hingga 1.200 penerima vaksinasi.

“Rinciannya, sebanyak 1.000 dosis vaksin dari Polri serta sebanyak 200 dosis vaksin dukungan Dinkes Kabupaten Semarang. Sasarannya, meliputi siswa SMAN 1 Ungaran, pelajar umum serta siswa madrasah yang ada di wilayah Kecamatan Ungaran Barat maupun Ungaran Timur,” ungkapnya. (win)

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px