KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, Ganjar Kembali Cek Rumah Pompa

Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, Ganjar Kembali Cek Rumah Pompa

Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, Ganjar Kembali Cek Rumah Pompa

SEMARANG – Kondisi rumah pompa di wilayah Kota Semarang terpantau masih bekerja dengan baik. Selain petugas yang siaga 24 jam, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan kepada petugas jaga agar memperhatikan kebersihan di sekitar pintu air rumah pompa.

Hal itu disampaikan Ganjar Pranowo saat mengecek dua rumah pompa sambil gowes di wilayah Kota Semarang, Selasa (16/11/2021). Dua rumah pompa itu antara lain rumah pompa Sawah Besar dan rumah pompa Muktiharjo Kidul.

Ganjar sengaja mengecek rumah pompa sebagai antisipasi dalam mengahadapi intensitas curah hujan yang tinggi selama bulan November-Desember 2021. Terlebih di sekitar Sawah Besar dan Muktiharjo Kidul termasuk kawasan yang sering tergenang air saat hujan lebat.

“Ditunggui terus ya, dipantau,” kata Ganjar kepada penjaga rumah pompa di Muktiharjo Kidul.

Saat berada di rumah pompa Muktiharjo Kidul, Ganjar sempat melihat adanya sampah yang ada di area pintu air rumah pompa. Ganjar kemudian mengingatkan area di sekitar rumah pompa, khususnya di pintu air, untuk rajin dibersihkan agar tidak mengganggu kinerja mesin pompa air.

“Kalau ada sampah seperti ini siapa yang bersihkan? Tolong sering-sering dicek ya. Dibersihkan terus agar lancar,” kata Ganjar.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem dan curah hujan intensitas sedang hingga lebat akan terjadi hingga Bulan Desember 2021. Hal itu akan terus berlanjut hingga awal tahun 2022.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sendiri telah menetapkan Jawa Tengah siaga banjir hingga bulan April tahun depan. Ia tidak berhenti mengingatkan agar semua siap menghadapi situasi paling buruk yang berpotensi terjadi.

Ia juga mengingatkan agar semua pihak ikut serta dalam menjaga lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya. Ia juga terus memantau sejumlah daerah yang berpotensi banjir saat curah hujan tinggi.

BACA JUGA :

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengusulkan alokasi 300 liter air per detik dari Bendungan Jragung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Semarang. Air tersebut diharapkan mendukung kebutuhan air bersih, industri, pertanian, dan pariwisata, terutama di Pringapus, Bergas, dan Ungaran Timur. Pemkab juga mendorong pengembangan wisata dengan memprioritaskan Desa Candirejo.
Bendungan Jragung Mulai Diisi, Bupati Semarang Dorong Pemanfaatan untuk Sektor Intanpari
Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
                          
```html ```