URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
DP3AKB Kabupaten Semarang terus melakukan upaya untuk menekan laju kenaikan angka ibu hamil di tengah pandemi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Selama Pandemi, Ibu Hamil di Kabupaten Semarang Tembus Angka Belasan Ribu

Selama Pandemi, Ibu Hamil di Kabupaten Semarang Tembus Angka Belasan Ribu

Selama Pandemi, Ibu Hamil di Kabupaten Semarang Tembus Angka Belasan Ribu

featured-img

UNGARAN – Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang, ibu hamil di wilayah Bumi Serasi menembus angka 15 ribu. Seperti diketahui ibu hamil merupakan salah satu kelompok rentan terpapar Covid-19 karena imunitas yang menurun.

Atas hal tersebut, DP3AKB terus melakukan upaya menekan laju kenaikan ibu hamil di masa pandemi. Salah satunya dengan menggandeng beberapa perusahaan untuk ikut menyukseskan program KB.

Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang Romlah mengatakan saat ini pihaknya fokus pada layanan KB, yakni mengajak wanita yang berada pada usia subur untuk mengerti layanan KB.

“Harapannya setelah ngerti, mereka juga mau ber-KB,” ujarnya saat meninjau program layanan KB di PT Ungaran Sari Garment Congol belum lama ini.

Dikatakan Romlah, ketika Covid-19 melanda tak bisa dipungkiri angka ibu hamil ikut melonjak hingga menyentuh angka belasan ribu.

“Ini angka yang fantastis terlebih di masa pandemi. Tentu saja ini jadi PR bersama. Kami menyasar perusahaan terutama garmen yang memang banyak pekerja wanita,” kata dia.

Romlah juga mengakui ketika pandemi ini layanan KB sempat terkendala karena tenaga kesehatan yang bekerjasama dengannya sempat terpapar Covid-19 dan harus fokus pada vaksinasi.

Ia menegaskan komponen terpenting untuk menekan angka ibu hamil dan kesejahteraan perempuan harus bersamaan dengan pemerintah, swasta, organisasi, media dan banyak pihak lainnya.

“Sektor industri garmen kebanyakan pekerjanya adalah perempuan. Kita pegang perusahaannya untuk memberikan layanan KB. Alhamdulillah tepat sasaran,” imbuhnya.

Sementara Manager PT Ungaran Sari Garment Congol Nur Arifin mengatakan total ada 14.038 pegawai dengan 95 persen diantaranya perempuan.

“Tentu tidak mudah untuk mengatur jalannya produksi dengan kebutuhan karyawan kami. Seperti mereka harus menikah, hamil, hingga menyusui,” ungkapnya.

Pihaknya mengandeng DP3AKB untuk melaksanakan program kehamilan para karyawan sehingga tidak mengganggu produksi perusahaan. Karena jika hamil bersamaan tentunya akan mengganggu.

“Lebih terjadwal kan sama-sama enak. Kami juga memberikan fasilitas untuk ibu menyusui sehingga lebih nyaman,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga