URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
"Disiapkan dana Rp 1 miliar untuk menberi makan seribu warga lansia yang terlantar, difabel dan warga kurang mampu," terang Kepala Dinsos, drg M Gunadi saat penyerahan bantuan risiko sosial di Balai Desa Karangduren, Tengaran, Senin (27/12/2021)

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dinsos Kabupaten Semarang Siapkan Program Serasi Kasih Bagi Lansia Terlantar

Dinsos Kabupaten Semarang Siapkan Program Serasi Kasih Bagi Lansia Terlantar

Dinsos Kabupaten Semarang Siapkan Program Serasi Kasih Bagi Lansia Terlantar

featured-img

Rupa program sosial bagi kesejahteraan warga Kabupaten Semarang akan bertambah. Tahun depan, Dinas Sosial (Dinsos) merencanakan akan membuat program bertajuk “Serasi Kasih”.

Kepala Dinsos, drg M Gunadi menjelaskan program itu akan memberikan makanan siap saji bergizi kepada seribu warga sasaran.

“Disiapkan dana Rp 1 miliar untuk menberi makan seribu warga lansia yang terlantar, difabel dan warga kurang mampu,” terangnya saat penyerahan bantuan risiko sosial di Balai Desa Karangduren, Tengaran, Senin (27/12/2021) siang.

Terinci dijelaskan oleh Gunadi, warga sasaran itu akan menerima makan setiap hari Jumat. Paket makanan itu diantar langsung ke alamat warga penerima. Saat ini daftar seribu warga sasaran sudah selesai dibuat. Pendataan melibatkan para tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) dan pejabat terkait lainnya.

“Hasil verifikasi warga sasaran sudah selesai dan siap dijalankan pada tahun 2022 mendatang. Warga penerima manfaat bantuan ini tersebar di 19 kecamatan,” ungkapnya lagi.

Sementara itu Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang Pujo Pramujito yang hadir pada acara itu mengingatkan penentuan warga sasaran program “Serasi Kasih” harus benar-benar sesuai kondisi senyatanya. Selain itu dia juga mewanti-wanti Dinas Sosial untuk menjamin mutu makanan yang diberikan. “Jangan sampai terjadi makanan matang yang diberikan nantinya sudah basi atau bahkan beracun,” tegasnya.

Politisi asal Tengaran ini juga meminta TKSK terus aktif melakukan pendataan warga berkebutuhan khusus yang memerlukan bantuan. Sehingga mereka dapat terjangkau program sosial Pemkab Semarang yang menjadi salah satu program unggulan dalam visi dan misi Bupati Semarang.

Ditambahkan oleh Gunadi, bantuan risiko sosial diberikan kepada 200 orang dengan nominal masing-masing Rp 1 juta. Penerima bantuan adalah warga yang sedang mengalami kondisi yang berisiko menimbulkan masalah sosial. Diantaranya, penyandang disabilitas, sakit menahun, keluarga yang memiliki anggota berkebutuhan khusus.

Para penerima berasal dari Ungaran Barat 4 orang, Ungaran Timur (18), Bergas (14), Pringapus (16), Bawen (6), Bandungan (3), Tuntang (11), Ambarawa (16), Jambu (9), Banyubiru (9), Bringin (3) dan Bancak (9). Selain itu Tengaran (23), Pabelan (15), Getasan (18), Susukan (8), Kaliwungu (9) dan Suruh sembilan orang.( rief )

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon