URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Melalui momen HUT ke-72 Satpol PP, Bupati Semarang Ngesti Nugraha, meminta kepada jajaran penegak perda itu untuk melakukan pendekatan komunikatif dalam menciptakan ketertiban umum di masyarakat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

HUT Satpol PP, Bupati Semarang: Penertiban Harus Komunikatif dan Humanis

HUT Satpol PP, Bupati Semarang: Penertiban Harus Komunikatif dan Humanis

HUT Satpol PP, Bupati Semarang: Penertiban Harus Komunikatif dan Humanis

featured-img

UNGARAN – Melalui momen HUT ke-72 Satpol PP, Bupati Semarang Ngesti Nugraha, meminta kepada jajaran penegak perda itu untuk melakukan pendekatan komunikatif dalam menciptakan ketertiban umum di masyarakat.

“Perbandingan jumlah anggota Satpol PP dan Damkar saat ini dengan penduduk Kabupaten Semarang 1:6.600, tapi saya harap dapat dilakukan deteksi dini untuk menekan setiap ancaman terhadap ketertiban umum,” ucapnya saat menghadiri upacara HUT ke-72 Satpol PP dan Damkar di GOR Pandanaran, Wujil, Senin (7/3/2022).

Berkaitan dengan upaya penegakan perda di Kabupaten Semarang, Ngesti menuturkan harus dilaksanakan secara komunikatif dan humanis.

“Petugas harus intens melaksanakan edukasi terkait perda, pendekatan komunikasi juga harus dilaksanakan agar tercipta rasa aman dan nyaman,” terangnya.

Kasatpol PP dan Damkar Anang Sukoco, menambahkan bahwa HUT Satpol, Damkar dan Linmas tiap tahun akan selalu digelar, untuk meningkatkan semangat para anggota.

“Semuanya harus semangat, terlebih dalam kondisi pandemi maka kami juga bertugas mendukung upaya percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Semarang,” jelasnya.

Pihaknya juga akan terus meningkatkan kinerja menjadi lebih baik demi terciptanya ketertiban masyarakat.

“Tentunya kami membutuhkan dukungan semua pihak agar bisa melaksanakan tugas dengan baik,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon