URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menghibahkan Rp 281 Miliar kepada Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah. Hibah tersebut untuk bantuan insentif pengajar keagamaan dan BOS Daerah Madrasah Aliyah (MA).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ganjar Hibahkan 281 Miliar Untuk Pengajar Agama di Jateng

Ganjar Hibahkan 281 Miliar Untuk Pengajar Agama di Jateng

Ganjar Hibahkan 281 Miliar Untuk Pengajar Agama di Jateng

featured-img

SOLO – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menghibahkan Rp 281 Miliar kepada Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah. Hibah tersebut untuk bantuan insentif pengajar keagamaan dan BOS Daerah Madrasah Aliyah (MA).

Penyerahan hibah dilakukan dalam Rapat Kerja Kanwil Kemenag Jateng dengan tema Transformasi Layanan Umat, di Hotel Sunan Solo, Selasa (29/3). Acara diikuti oleh perwakilan Kanwil Kemenag dari 35 kota kabupaten se Jateng termasuk masing-masing pemuka keagamaan.

“Sebenarnya guru ngaji saya (ngajarin) kalau mau nyumbang itu nggak usah pamer, ini malah dipamerkan. Tapi kalau kita kan transparan karena duitnya rakyat,” seloroh Ganjar membuat suasana ger-geran.

Ganjar berharap bantuan ini menambah semangat para pengajar agama, dalam membangun suasana solidaritas di masyarakat.

“Guru agama, penyuluh agama, itu menjadi sangat penting untuk melakukan moderasi beragama sekaligus membikin rukun dan guyubnya masyarakat,” ujar Ganjar.

Selain itu, Ganjar juga menyerahkan sejumlah penghargaan dan sertifikat pendidik kepada tujuh orang pengajar agama. Pemberian prestasi ini, kata Ganjar, bisa memotivasi yang lain untuk berpikir lebih luas dalam konteks agama.

“Kegiatan yang dilakukan oleh sekolah-sekolah agama itu menarik. Tidak hanya agamanya aja dia bicara olahraga, bicara sains, bicara kompetisi yang sehat, menurut saya itu bagus sekali,” kata Ganjar.

Mantan anggota DPR RI itu mengatakan, inovasi semacam inj menjadi modal untuk membangun kondusifitas jangka panjang.

“Menurut saya ini jadi champion, pionir-pionir yang kita harapkan mempengaruhi yang lain. Nah kontennya bisa macem-macem, oh bagaimana sekolah itu moderat, gimana di sekolah itu tidak ada perundungan,” ujar Ganjar.

Apalagi saat ini, lanjut Ganjar, marak kasus kekerasan anak dan perempuan. Ganjar berharap, penghargaan dalam rapat kerja ini memotivasi dan memberikan semangat untuk menghasilkan rancangan program kerja yang baik.

“Ini motivasi untuk berprestasinya itu ditonjolkan, kalau itu dilakukan maka akan betul-betul menciptakan situasi yang anak-anak menatap masa depan dengan yakin didampingi guru-guru yang hebat,” tandas Ganjar.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon