RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Wanita Asal Mijen Semarang Meninggal Dunia Usai Sengaja Tabrakan Diri di Perlintasan Kereta Tambakharjo

Wanita Asal Mijen Semarang Meninggal Dunia Usai Sengaja Tabrakan Diri di Perlintasan Kereta Tambakharjo

Wanita Asal Mijen Semarang Meninggal Dunia Usai Sengaja Tabrakan Diri di Perlintasan Kereta Tambakharjo

SEMARANG – Seorang wanita meninggal dunia usai sengaja menabrakan diri ke kereta api di KM 5+3/4 Jalur Hilir Kulon – Tambakharjo, Kelurahan Tambakharjo Kecamatan Semarang Barat pada Senin (11/4/2022) malam.

Korban diketahui bernama Daliyem warga Perum Jatisari Elok Blok T/3A RT 3 RW 8, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Mijen. Wanita berusia 44 tahun itu ditemukan dalam keadaan tubuh sudah hancur terurama pada bagian kepala.

Kapolsek Semarang Barat, Kompol Dina Novitasari menjelaskan bahwa informasi yang diperoleh, kejadian itu bermula ketika Kereta Api KA 281 jurusan Madiun – Pasar Senen, Jakarta (Matarmaja) melaju dari arah timur menuju ke barat. Lalu saat kereta di Km 5+3/4 jalur Hilir Kulon – Tambakharjo, masinis melihat ada seorang perempuan berdiri ditengah rel.

Karena berbahaya, masinis memberikan peringatan dengan membunyikan klakson. Akan tetapi, korban menghiraukan peringatan tersebut dan malah merubah posisi tiduran dan langsung tertemper Kereta Api.

“Dilihat dari kronologisnya dan keterangan saksi, sepertinya demikian (indikasi bunuh diri),” ujar Kompol Dina saat dikonfirmasi, Selasa (12/4/2022).

Dina menjelaskan, usai korban tertabrak kereta, tubuh korban ditemukan pertama kali oleh bocah-bocah ketika terkena percikan kerikil yang berada di rel kereta api. Bocah tersebut melihat tubuh korban dalam keadaan telungkup dengan tubuh yang sudah hancur.

“Mayat korban dibawa ke RSUP Kariadi untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

Manager Humas KAI DAOP 4 Semarag, Krisbiyantoro mengungkapkan, informasi dari masinis, korban ditabrak dengan posisi membelakangi kereta api. Usai menabrak korban, kereta api kemudian berhenti di Stasiun Jerakah.

“Di lokasi ditemukan handphone, KTP atas nama korban dan KK korban,” paparnya.

BACA JUGA :

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px

                 

Warning: Undefined variable $output in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/pekok/pekok.php on line 157