URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menemukan hal menarik dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai meninjau kesiapan pengamanan jalur mudik Jawa Tengah di Pos Terpadu Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Rabu (27/4).

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kapolri dan Ganjar Cek Pos Terpadu Mudik di GT Kalikangkung

Kapolri dan Ganjar Cek Pos Terpadu Mudik di GT Kalikangkung

Kapolri dan Ganjar Cek Pos Terpadu Mudik di GT Kalikangkung

featured-img

SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menemukan hal menarik dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai meninjau kesiapan pengamanan jalur mudik Jawa Tengah di Pos Terpadu Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Rabu (27/4).

Hal menarik tersebut yakni bagaimana kesiapan petugas medis jika muncul kejadian ibu hamil melahirkan di jalan. Untuk itu, Ganjar juga telah memerintahkan pada jajarannya agar menyiapkan call center.

“Seluruh sektor mengupload nomor telpon untuk call center. Minimal nomor WA, karena itu yang paling disukai dan itu kita sebarkan dan itu menurut saya pesan yang paling penting hari ini,” kata Ganjar.

Terlepas dari itu, Ganjar memastikan di Jawa Tengah sudah siap menghadapi puncak arus mudik. Pemprov, kata Ganjar, memberikan dukungan dengan jalur alternatif dan pamer kuliner.

“Pamer kuliner ini penting, sehingga di rest area yang tadi disampaikan kalau capek, ini perintahnya pak kapolri, istirahat. Nah saat istirahat itulah dimaintain untuk bisa mendapatkan kenyamanan,” tandasnya.

Kapolri Sigit dalam konferensi pers usai rapat tertutup membeberkan, hasil pantauannya kepadatan arus mudik di Jawa Tengah belum naik. Dari laporan terakhir, persentase kenaikan baru di angka 6-7 persen.

Selain itu, Sigit beserta jajaran terkait juga membahas strategi rekayasa lalin hingga kesiapan jalur alternatif seperti pantai utara dan jalur selatan, dibahas guna mengurai kemacetan dan kepadatan kendaraan saat mudik.

“Tadi juga dibahas akan dilaksanakan one way serentak mulai tanggal 28 dari jam 17 sampai jam 24. ini kita siapkan dan kita melihat puncak arus mudik akan dimulai di tanggal tersebut,” katanya.

Selain soal mengurai kepadatan lalin, Sigit menegaskan keselamatan jadi prioritas dalam pelaksanaan mudik. Untuk itu, Sigit meminta kolaborasi di rest area dimaksimalkan.

“Kalau sudah melampaui jam ataupun ketahanan kita imbau untuk istirahat sejenak di rest area yang sudah ada pos pelayanan terpadu untuk refreshing, untuk meyakinkan masyarakat dalam keadaan prima dalam perjalanannya. Ini yang tentunya kita mohon diinformasikan,” ujarnya.

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan